Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Xi Jinping Perintahkan Militer China Siap Konfrontasi, Konflik Laut Pasifik Selatan Semakin Panas?

Militer China diperintahkan Xi Jinping bersiap hadapi konfrontasi bersenjata. Suasana di Laut Pasifik Selatan semakin memanas?

Editor: Januar
AFP / ALEXEY NIKOLSKY via Kompas.com
Xi Jinping perintahkan militer China bersiap hadapi konfrontasi senjata 

Militer China diperintahkan Xi Jinping bersiap hadapi konfrontasi bersenjata. Konflik di Laut Pasifik Selatan semakin memanas?

TRIBUNJATIM.COM - Menjadi negara dengan klaim teritori laut di Pasifik Selatan, membuat China mau tak mau harus melakukan segala daya upaya mengukuhkan kehadirannya.

Tapi bagai remaja yang baru tumbuh, China belum fasih betul untuk membuat negara-negara lain mau mengakui klaimnya.

Salah satu faktor tersebut ialah Amerika Serikat (AS) yang tak terima China main klaim seenak jidat teritori negara lain.

Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa tentara China harus meningkatkan kesiapannya untuk menghadapi konfrontasi bersenjata dan meningkatkan kemampuan tugas-tugas militer.

Hubungan Militer China & India Panas, Masalah di Perbatasan Jadi Soal, Berdampak ke Negara Lain?

Hal ini diungkapkannya ketika peningkatan anggaran militer China dikaitkan dengan ancaman keamanan oleh negara lain.

Xi mengatakan kepada para perwira militer China di sela-sela pertemuan tahunan Kongres Rakyat Nasional (NPC) bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah berkinerja baik dalam membantu mengendalikan wabah Covid-19 tetapi harus mencari cara-cara baru pelatihan selama pandemi.

"Penting untuk mengeksplorasi cara-cara pelatihan dan persiapan perang karena upaya pengendalian epidemi telah dinormalisasi," ujar Xi seperti dilansir South China Morning Post dari kantor berita pemerintah Xinhua.

"Penting untuk meningkatkan persiapan untuk pertempuran bersenjata, untuk secara fleksibel melaksanakan pelatihan militer tempur yang sebenarnya, dan untuk meningkatkan kemampuan militer kita untuk melakukan misi militer," tegasnya.

Xi, yang mengepalai Komisi Militer Pusat, mengatakan pandemi ini telah menciptakan tantangan bagi militer, tetapi integrasi China di bidang sipil, militer dan politik telah menjadi keuntungan selama krisis.

Pertemuannya dengan para perwira PLA dilakukan ketika China mengumumkan kenaikan anggaran pertahanannya 6,6%.

Juru bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian mengatakan China menghadapi ancaman keamanan yang meningkat terutama dari partai yang berkuasa di Taiwan.

"Otoritas Partai Progresif Demokratik [DPP] di Taipei mengandalkan kekuatan eksternal dan melangkah lebih jauh ke jalan separatisme. Situasi melawan separatisme semakin suram," kata Wu.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengirim ucapan selamatnya kepada Presiden Taiwan Tsai Ing-wen atas pelantikannya untuk masa jabatan kedua.

Hal itu disampaikan bersama dengan persetujuan untuk penjualan torpedo kapal selam senilai US$ 180 juta dolar dari Amerika Serikat.

Halaman
12
Sumber: Intisari
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved