Advertorial

BPJS Kesehatan Cabang Malang Dukung Tanggap Covid-19, Beri Kelonggaran hingga Sedia Program Praktis

BPJS Kesehatan Cabang Malang mendukung tanggap pandemi Covid-19 dengan memberikan kelonggaran tunggakan hingga program super praktis.

TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Pelayanan di kantor cabang BPJS Kesehatan Kota Malang sebelum pandemi Covid-19 melanda. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam masa pandemi Covid-19 memberi beberapa kemudahan untuk Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS) seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020.

Pemerintah akan memberikan subsidi iuran kepada Peserta JKN KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas III serta memberikan relaksasi pelunasan tunggakan selama masa pandemi Covid-19 berlangsung.

Dina Diana Permata selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang ketika ditemui pada Jumat (29/5/2020) pada pertemuan daring dengan media se Malang Raya menerangkan, dukungan tanggap Covid-19 ini yaitu tunggakan dapat diaktifkan kembali hanya dengan melunasi tunggakan paling banyak enam bulan.

5 Hal Penting Tentang Naiknya Iuran BPJS Kesehatan, Rincian hingga Denda Jika Tak Membayar

Sisa pelunasan tunggakan juga diberikan kelonggaran sampai dengan tahun 2021.

Tahun selanjutnya, pengaktifan kepesertaan dengan melunasi seluruh tunggakan sekaligus.

“Peserta PBPU/mandiri yang menunggak akan diberi kelonggaran untuk melunasi tunggakannya paling banyak enam bulan,” ucap Dina.

Meski diberi kelonggaran, kata Dina, pemerintah tetap mewajibkan peserta melunasi seluruh tunggakan pada tahun 2021 sesuai Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres No. 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Rincian Biaya BPJS untuk Kelas 1, 2 dan 3 Tahun 2020-2021, Iuran Naik Hampir 100 Persen Mulai Juli

Di tahun yang sama, subsidi pemerintah untuk iuran Peserta JKN KIS kelas III juga dipangkas Rp 9.500.

“Tahun 2021 akan ada kenaikan iuran peserta mandiri kelas 3. Nanti harus membayar Rp 35.000 dari total iuran Rp 42.000. Sisanya sejumlah Rp 7.000 disubsidi pemerintah pusat atau daerah. Sehingga ada kontribusi untuk membiayai selisih iuran peserta mandiri,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Adi Sasono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved