Virus Corona di Jawa Timur

Gubernur Khofifah Sediakan 3.817 Kursi PPDB SMA/SMK Negeri untuk Anak Nakes yang Tangani Covid-19

Kuota sebesar satu persen dari total seluruh kursi SMA/SMK negeri di Jatim disediakan khusus bagi putra-putri tenaga kesehatan yang akan ikuti PPDB

TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (30/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi khusus bagi tenaga kesehatan yang menangani langsung pasien virus Corona atau Covid-19 dalam Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB SMA/SMK Negeri Jatim pekan depan.

Kuota sebesar satu persen dari total seluruh kursi SMA/SMK negeri di Jatim disediakan khusus bagi putra-putri tenaga kesehatan yang akan mengikuti PPDB tahun ajaran 2020/2021.

“Kami memberikan kuota khusus sebanyak satu persen dari total seluruh kuota kursi dalam PPDB pekan depan untuk anak tenaga medis yang terlibat langsung dalam penanganan Covid-19 pada rumah sakit rujukan provinsi Jawa Timur,” kata Khofifah Indar Parawansa dalam jumpa pers di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (30/5/2020).

Pada penerimaan peserta didik baru jenjang SMA dan SMK negeri provinsi Jawa Timur yang akan dimulai pekan depan, para tenaga kesehatan akan diberikan kuota khusus untuk bisa masuk ke sekolah jenjang menengah atas negeri.

Dikatakan Khofifah Indar Parawansa, para tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam layanan penanganan Covid-19 di Jawa Timur. Mereka memberikan dedikasi terbaik untuk bisa melayani pasien dan layak untuk mendapatkan apresiasi.

Cipayung Plus Minta Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya Perbaiki Komunikasi: Bedakan Politik & Musibah

“Yang kami masukkan dalam kategori tenaga kesehatan ini tak hanya dokter tak hanya perawat, tapi juga sampai sopir ambulans yang telah mendedikasikan kemampuan terbaik mereka untuk menangani pasien Covid-19,” tegas Khofifah Indar Parawansa.

Hal senada ditambahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi.

Ia mengatakan, bentuk perhatian gubernur berupa kuota khusus bagi putra-putri tenaga kesehatan ini bertujuan agar para tenaga kesehatan bisa tenang.

Tenaga kesehatan yang menjadi wali murid tak perlu lagi bingung mendapatkan kuota untuk anak-anaknya sekolah di jenjang SMA/SMK negeri di Jawa Timur.

Dua Mobil PCR yang Sempat Tuai Polemik Kembali Digunakan di Surabaya, Ratusan Warga Dites Gratis

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved