Virus Corona di Trenggalek

Ratusan Santri Asal Luar Kota di Trenggalek Terima Bantuan

860 santri asal luar kota yang masih menetap di pondok pesantren di Kabupaten Trenggalek ketika pandemi virus Corona atau Covid-19 dapat bantuan

Surya/Aflahul Abidin
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ketika menyerahkan bantuan dari Baznas Trenggalek di Ponpes Darussalam, Kecamatan Durenan. 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Sebanyak 860 santri asal luar kota yang masih menetap di pondok pesantren di Kabupaten Trenggalek ketika pandemi virus Corona atau Covid-19 akan menerima bantuan.

Bantuan itu berasal dari dana gotong royong yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Trenggalek.

Setiap santri akan menerima bahan makanan senilai Rp 100.000.

Bantuan itu salah satunya telah tersalur kepada 123 santri Ponpes Darussalam di Kecamatan Durenan pekan lalu.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, bantuan ini merupakan bagian dari bantuan untuk warga yang bermukim di Trenggalek namun tak ber-KTP setempat.

"Di antaranya yang mendapatkan bantuan adalah santri-santri pondok yang berasal dari luar kota, dan tetap bermukim di pondok-pondok pesantren selama musim pandemi virus Corona atau Covid-19," kata Mas Ipin, sapaan akrabnya.

Di saat normal, para santri lancar menerima kiriman dari orang tua. Beberapa santri di pondok-pondok tertentu juga mendapat penghasilan dari membantu warga sekitar. Ketika pagebluk datang, kondisinya berbeda.

Berkunjung ke Rumah Teman,Motor Scoopy Milik Warga Tandes Surabaya Ini Raib

Antisipasi Krisis Pangan di Tengah Wabah Covid-19, Gubernur Khofifah Percepat Masa Tanam Padi 2020

Alasan Wali Kota Risma Bakal Usul Tak Perpanjang PSBB Surabaya: Mereka Harus Bisa Nyari Makan

"Biasanya teman-teman santri yang ada di pondok ini masih dimintai tolong kerja membuat genteng atau segala macam, namun sekarang ini tidak bisa. Maka kami berikan bantuan bahan makanan," tuturnya kepada TribunJatim.com.

Keputusan para santri untuk tak pulang kampung saat Lebaran dan ketika ada pandemi virus Corona atau Covid-19, kata dia, juga patut diapresiasi.

Mas Ipin bilang, secara tidak langsung mereka juga telah membantu pemerintah untuk meminimalisir penyebaran wabah.

Sementara Ketua Baznas Kabupaten Trenggalek Mahsun Ismail menjelaskan, pihaknya mencatat ada 38 ponpes yang santrinya tak pulang saat pandemi.

Jumlah santri di setiap ponpes juga bervariasi. Ada yang di bawah sepuluh santri, belasan, hingga seratusan.

"Kami menghitungnya simpel saja. Jadi setiap santri yang tidak pulang, atau menetap di pondok selama pandemi, kami dari gugus Covid 19 Baznas lewat santunan yang dititipkan kepada kami memberi bantuan Rp 100 ribu per santri," kata Mahsun kepada TribunJatim.com.

Ia berharap, bantuan itu bisa mendukung kebutuhan sehari-hari santri untuk tetap beristikomah selama menuntut ilmu di ponpes.
Afifudin, Pengasuh Ponpes Darussalam, berterima kasih dengan bantuan yang disalurkan kepada para santrinya.

Apalagi mayoritas santri di ponpes itu berasa dari luar kota.

"Kebanyakan santri kami berasal dari Sumatra, Jawa Tengah, dan Kalimantan dan tidak bisa pulang ke rumah (gara-gara Covid-19)," tutur Afifudin. (aflahulabidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved