Keluarga di Gresik Ngotot Bawa Jenazah Pasien PDP Covid-19 dari Rumah Sakit, Lihat Nasib Mereka Kini

Inilah nasib keluarga di Gresik yang ngotot bawa paksa pulang jenazah PDP Covid-19. Simak selengkapnya!

Alexey Hulsov/Pixabay
Ilustrasi virus Corona, Inilah nasib keluarga di Gresik yang ngotot bawa paksa pulang jenazah PDP Covid-19 

Inilah nasib keluarga di Gresik yang ngotot bawa paksa pulang jenazah PDP Covid-19. Simak selengkapnya!

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Keluarga yang memaksa membawa pulang jenazah berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Wali Songo, Kecamatan Balongpanggang pada Selasa (9/6/2020) berbuntut panjang. Tim Satuaan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan dan Penanganan Covid-19 Gresik akan melakukan rapid tes kepada warga yang terlibat saat itu.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Gresik, drg Saifudin Ghozali mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Muspika Balongpanggang akan dilakukan rapid tes itu. 

Tim Satgas Covid-19 Pemkab Gresik akan melacak riwayat kontak warga dan keluarga yang terlibat dalam prosesi pemakaman itu.

"Rapid tes akan kita laksanakan dalam waktu dekat," ucapnya, Kamis (11/6/2020).

Dikatakannya, unsur dari TNI dan Polri akan dilibatkan dalam penyelenggaraan rapid test virus Corona atau Covid-19 ini.

"Siapa yang terlibat dalam proses pamakaman akan kita tracing semua, yang hasil rapid tes reaktif akan kita swab semua," tegas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) ini.

Ngototnya Keluarga Bawa Paksa Pulang Jenazah PDP dari RS di Gresik, Menantu Ungkap Kronologi

Ghozali mengaku jika pasien sudah berstatus PDP maka protokol penanganan jenazah pasien Covid-19 tetap dimakamkan sesuai prosedur pemulasaraan Covid-19.

Sebelumnya, aksi membawa pulang paksa jenazah covid-19 di RS Walisongo ini bermula saat pihak keluarga memaksa rumah sakit agar mengizinkan mereka untuk memakamkan jenazah bernama Rusmiani (51) itu dengan prosedur normal.

Keluarga tak percaya pasien itu meninggal karena terpapar Covid-19. Karena hanya mengalami sakit HB rendah.

"Jadi begini, ketentuan PDP itu ada kriterianya, untuk kejadian di Balongpanggang, ada masyarakat yang tidak mau dimakamkan dengan standar Covid-19 dan itu sudah terjadi, yang penting solusinya. Mereka kita tracing dan di rapid tes jika reaktif langsung kita swab," tutupnya. (wil)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved