Bupati Banyuwangi: Publik Dukung Sikap PDIP yang Utamakan Musyawarah soal RUU HIP

Menurut Abdullah Azwar Anas, masyarakat mendukung sikap PDI Perjuangan yang terus mengedepankan tradisi bermusyarawah, termasuk soal RUU HIP.

TRIBUNJATIM.COM/HAORRAHMAN
Halal bihalal PCNU Banyuwangi bersama pengasuh pondok pesantren, Minggu (14/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, pembahasan terkait RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) cukup menyita perhatian publik.

Menurut Abdullah Azwar Anas, masyarakat mendukung sikap PDI Perjuangan yang terus mengedepankan tradisi bermusyarawah untuk mufakat dalam segala aspek, termasuk soal RUU HIP.

”Hari ini Sekjen PDI Perjuangan menyampaikan sikap partai berdasarkan hasil dari tradisi musyawarah mufakat, tradisi berdialog dengan publik, bahwa terkait dinamika pembahasan RUU HIP, partai menyatakan mendengar suara masyarakat,” ujar Abdullah Azwar Anas seusai bertemu dengan jajaran PC Nahdlatul Ulama Banyuwangi terkait pembahasan new normal bidang keagamaan, Minggu (14/6/2020).

Acara ini dihadiri para pengasuh pondok pesantren.

”Sikap yang mencerminkan tradisi musyawarah itu sangat diapresiasi masyarakat, tadi beberapa komponen warga menyampaikan pendapatnya seperti itu ke saya,” imbuh mantan ketua umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tersebut.

Banyuwangi Perkenalkan New Normal Pariwisata ke Diaspora Indonesia di Seluruh Dunia

Agrowisata Tamansuruh Banyuwangi Siap Sambut New Normal, Sediakan Fasilitas hingga Batasi Pengunjung

Menurut Abdullah Azwar Anas, masyarakat mendukung sikap PDI Perjuangan yang sepakat untuk menghapus Pasal 7 RUU HIP yang melahirkan pro dan kontra.

”Sikap yang terbuka kepada masukan itu adalah praktik nyata musyawarah untuk mufakat yang ternyata diapresiasi publik, karena memang itu adalah implementasi demokrasi Pancasila yang bersumber dari tradisi masyarakat itu sendiri,” ujar Abdullah Azwar Anas.

Publik, lanjut Abdullah Azwar Anas, juga mendukung sikap PDI Perjuangan yang menyatakan setuju untuk menambahkan soal pelarangan ideologi-ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, seperti marxisme, komunisme, kapitalisme, radikalisme, hingga paham khilafah.

”Tadi juga beberapa kiai di pertemuan menyampaikan pentingnya larangan terhadap ideologi-ideologi transnasional. Jadi saya kira spiritnya sama, yaitu menjaga Pancasila sebagai pemersatu bangsa,” ujar Abdullah Azwar Anas.

Strategi Banyuwangi Siapkan Pariwisata Era New Normal, Bakal Ajak BUMN Kolaborasi Destinasi Sehat

Banyuwangi Sosialisasikan Normal Baru Bisnis Kuliner, Kafe dan Resto akan Diberi Stiker New Normal

Ketua PC Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi, KH Ali Makki Zaini, mengatakan, pihaknya mendukung semua partai, termasuk PDI Perjuangan, untuk menambahkan di RUU HIP terkait pelarangan penyebaran seluruh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, seperti marxisme-komunisme, kapitalisme-liberalisme, radikalisme serta segala bentuk paham khilafah dan ideologi transnasional lainnya.

”Kita harus menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa, yang akan menjaga Indonesia dari segala macam bentuk perpecahan,” ujar Gus Makki, sapaan akrab KH Ali Makki Zaini.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Haorrahman
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved