Virus Corona di Banyuwangi

Banyuwangi Sosialisasikan Normal Baru Bisnis Kuliner, Kafe dan Resto akan Diberi Stiker 'New Normal'

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, sosialisasi diperlukan agar ketika new normal diberlakukan, para pelaku kuliner telah siap.

Penulis: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/HAORRAHMAN
Simulasi new normal di kafe dan restoran Banyuwangi, Selasa (2/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi mulai mensosialisasikan skema kenormalan baru ( new normal ) untuk bisnis kuliner, mulai pusat kuliner rakyat, rumah makan, kafe, hingga restoran.

Skema itu dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Banyuwangi Nomor 440/1406/429.034/2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Restoran/Kafe/Rumah Makan/Tempat Kuliner dalam Mewujudkan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman dari Covid-19 di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, sosialisasi diperlukan agar ketika new normal diberlakukan, para pelaku kuliner telah siap.

”Karena kan butuh beberapa kelengkapan alat yang harus dimiliki, ada SOP-nya, makanya harus disosialisasikan dulu, harus disiapkan dulu,” ujar Abdullah Azwar Anas, Selasa (2/6/2020).

Dia mengatakan, Banyuwangi dipilih Kementerian Pariwisata sebagai salah satu daerah yang disiapkan untuk pembukaan kembali destinasi wisata Indonesia guna menyambut new normal.

”Namun, untuk kapan waktunya, kami menunggu komando pemerintah pusat,” ujarnya.

Sambut Bulan Bung Karno, Bupati Banyuwangi Bagikan Paket Buku Soekarno & Gelar Lomba Vlog Pancasila

Pengasuh Pesantren di Banyuwangi Siap Terapkan Konsep New Normal Sambut Kedatangan Santri

Abdullah Azwar Anas pun mulai mempersiapkan sejumlah skenario new normal bisnis kuliner yang mengatur pelaku usaha maupun pengunjungnya.

Sejumlah protokol kesehatan diterapkan ketat.

”Kita ingin aman dari Covid-19 sekaligus ingin produktif agar ekonomi masyarakat pulih,” ujarnya.

"Surat Edaran kami terbitkan dulu sebagai pedoman. Sebelum benar-benar diterapkan, kami sosialisasikan dulu secara masif, diikuti uji coba, simulasi-simulasi, agar memenuhi standar protokol kesehatan," kata Abdullah Azwar Anas.

"Dengan aturan ini, kami ingin memastikan siapapun yang berkunjung ke Banyuwangi nantinya bisa tenang, karena destinasi kulinernya sudah mengikuti protokol kesehatan. Dan ke depan protokol untuk destinasi wisata dan atraksi seni budaya juga diterbitkan," imbuhnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda, menjelaskan, pedoman tersebut mengatur kewajiban bagi pelaku usaha kuliner dan pengunjungnya.

Warga Banyuwangi Belum Dapat Bansos Covid-19? Cukup Lapor via Online, Paket Sembako Bakal Dikirim

Mudahkan Pembayaran Pajak saat Pandemi, Polres Malang Buat Bakso Bakar dan Rujak Limpung

Bagi pelaku usaha, di antaranya diwajibkan menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, memakai masker dan face shield, hingga pengaturan physical distancing antarpengunjung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved