Pabrik Beton di Perbatasan Sidoarjo-Pasuruan Belum Kantongi IMB, DPRD: Harus Ada Tindakan Tegas

Pabrik pembuatan beton di perbatasan Gempol, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo diduga kuat tak miliki IMB. DPRD: harus ada tindakan tegas.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Pabrik pembuatan beton siap pakai di Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo yang diduga kuat tidak memiliki IMB.  

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Sebuah pabrik pembuatan beton siap pakai atau ready mix concrete di perbatasan Gempol, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo diduga kuat tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Padahal, perusahaan ini sudah leluasa beroperasi sejak 2017 lalu.

Perusahaan ini dianggap abai terhadap teguran dan peringatan Satpol PP Kabupaten Pasuruan. Bahkan, hingga sekarang, perusahaan tetap beroperasi.

Isi Surat Anak Sirajuddin Mahmud, Pamit & Bahas Calon Bayi Zaskia Gotik, Aqila Beri 1 Pesan ke Ayah

Akhirnya Anang Hermansyah Curhat Isi Hati, Soal Perasaan Pada 2 Wanita di Hidupnya, Ashanty Bereaksi

Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengaku telah melakukan pemanggilan terhadap manajemen perusahaan beton ini.

Dikatakan dia, dari hasil pemeriksaan, perusahaan tersebut tidak memiliki dokumen perizinan yang sah. Sebab, izinnya hanya OSS dari Sidoarjo, sedangkan di Pasuruan belum keluar.

“Kami sudah memberikan teguran hingga penutupan lokasi. Teguran ini sudah kami tindak lanjuti dengan upaya penyidikan pelanggaran perizinan,” kata Bakti Jati Permana, Senin (15/6/2020).

Kepala Bulog Divre Jatim Positif Covid-19, 38 Karyawan Dirapid Test, Tracing Diperluas di Ring 2

DPP PAN Lengserkan Wakil Ketua DPRD Lamongan, Digantikan Khusnul Aqib, Ini Pertimbangannya

Dia menjelaskan, perusahaan ini ada di dua kabupaten, yakni Sidoarjo dan Pasuruan. Sebagian gudang, lahan parkir, musala, kamar mandi, dan beberapa ruangan ada di wilayah Pasuruan.

"Itu yang kami berikan pembinaan. Kami juga sudah sampaikan ke tim satgas provinsi untuk memberikan solusi terkait penyelesainnya. Yang jelas, kami sudah memaksimalkan pembinaan, bahkan kami sudah beri garis plang di sana," jelasnya.

Namun, ia mengakui, memang tidak bisa setiap hari, pihaknya ada di lokasi perusahaan itu.

"Kemungkinan ke depan, kami akan berikan kasus ini ke kepolisian dan kejaksaan. Karena kami sifatnya hanya pembinaan. Perusahaan ini yang masuk Pasuruan belum ada imbnya," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved