Pembuat Uang Palsu di Gresik

BREAKING NEWS - Polres Gresik Bongkar Pembuat dan Pengedar Uang Palsu, Jumlahnya Puluhan Juta

Korps Bhayangkara menangkap pria berusia 49 tahun di Kediri seusai memproduksi uang palsu dan diedarkan di wilayah Gresik

Willy Abraham/Tribunjatim
Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto (tiga dari kiri) menunjukkan uang palsu bersama Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kanwil Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Abrar (dua dari kanan) di Mapolres Gresik, Selasa (16/6/2020). Foto : Willy Abraham 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Korps Bhayangkara menangkap pria berusia 49 tahun di Kediri seusai memproduksi uang palsu dan diedarkan di wilayah Gresik. Tersangka ternyata juga mengedarkan uang palsu hasil cetakannya ke luar wilayah Gresik.

Tersangka bernama lengkap Cahyo Widodo merupakan Warga Dusun Bulusari Selatan RT 09/RW 03 Dusun Bulusari Selatan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri belajar membuat uang palsu hanya dari media sosial.

Uang palsu yang dicetaknya mencapai Rp 200 juta dari sejumlah alat yang berada di rumah Cahyo.

"Peredaran uang palsu ini tidak hanya beredar di Jawa Timur aja namun sudah masuk di Jawa tengah dan Jakarta," kata Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto, Selasa (16/6/2020).

Cahyo bersama tiga anak buahnya ditangkap di Driyorejo, Sidoarjo dan Madiun, Jawa Timur.

Penangkapan Cahyo Widodo ini hasil pengembangan dari Arief Aryunanda (25) Sukarno yang membeli mie instan, rokok dan air mineral di sebuah toko di daerah Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik dengan uang Rp 100 ribu palsu.

FAKTA Sosok Pelapor Bintang Emon, Marah Dikaitkan Partai, PSI Klarifikasi: Tak Kenal Charlie Wijaya

Potret Pelanggar Jam Malam Tulungagung Dikenai Sanksi, Bawa Sapu Bersih-bersih Masjid hingga Makam

Jadwal Liga Spanyol Pekan ke-29, Barcelona Vs Leganes, Mampukah Lionel Messi Lesakkan Gol ke-700?

Seusai ditangkap polisi, dari tangan para tersangka, petugas mendapati uang palsu dari ayahnya bernama Eko Sukarno (50) di kosnya berada di Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo sebesar Rp 13 juta uang palsu, berupa pecahan Rp 100 ribu-an.

Petugas juga mengamankan Nazamuddin Arief (48) di daerah Madiun di Desa Pucanganom RT46/RW 05, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun dengan uang Rp 14 juta uang palsu dengan pecahan Rp 100 ribu dan Mobil Toyota Innova.

Setelah itu, Cahyo Widodo ditangkap bersama dengan alat cetak dan uang sebesar uang sebesar Rp 12 juta dengan pecahan Rp. 100.000, palsu dan mobil Toyota Rush.

"Total uang palsu dan uang asli dari hasil kembalian uang Palsu yang disita oleh Polres Gresik dari masing-Masing tersangka sebesar Rp. 62.337.000, dengan rincian Uang Palsu sebesar Rp. 58.000.000 dan Uang Asli sebesar Rp. 4.337.000," pungkasnya.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kanwil Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Abrar mengatakan kedepannya bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan Kejaksaan, untuk menekan adanya peredaran uang palsu yang beredar di masyarakat.

"Kedepannya juga kita bisa menerapkan 3 D Dilihat, Diraba dan Diterawang agar masyarakat tahu mana uang palsu dan uang asli," pungkasnya. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved