Kasus Sabu di Jawa Timur

Polisi Mojokerto Bekuk Pengedar Narkoba, Sabu Warna Hijau Sangat Berbahaya

Tim Satresnarkoba Polres Mojokerto menangkap pengedar narkoba beserta barang bukti sabu-sabu seberat 85 gram.

mohammad romadoni/surya
Wakapolres Mojokerto Kota, Kompol Hanis Subiyono membeberkan barang bukti narkoba jenis baru sabu warna hijau. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Tim Satresnarkoba Polres Mojokerto menangkap pengedar narkoba beserta barang bukti sabu-sabu seberat 85 gram.

Dari total barang bukti tersebut disita narkoba jenis baru yakni sabu berwarna hijau seberat 80 gram .

Dua pengedar narkoba adalah tersangka Zanuar Ega Nanda ditangkap di depan warung wifi Dusun Segawe, Desa Mojowono, Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto pukul 20.00 WIB. Tersangka Muhtadun Yoffi Ardiansyah di tangkap di rumahnya Dusun Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Polisi juga mengamankan tiga orang pemakai narkoba Abdul Kholil Anwar Dian Sulistiono dan Rudiyanto di Dusun Pilang Gowok, Desa Mojopilang Kecamatan Kemlagi.

"Kami mengamankan 2 pengedar narkoba dan 3 pemakai dan dari kedua pengedar ini kami mengamankan barang bukti berupa sabu warna hijau seberat 10 gram dan warna putih 5 gram," ujar Wakapolres Mojokerto Kota, Kompol Hanis Subiyono, Selasa (16/6/2020).

Ia mengatakan dari keterangan tersangka pengedar narkoba memperoleh sabu dari rekannya OXI yang kini buron. Dari penggeledahan ditemukan sabu warna hijau seberat 70 gram yang disimpan di dalam tas lemari bufet rumah kakek yang bersangkutan di Kemlagi Mojokerto. Pihaknya juga menemukan 1000 butir pil Double L.

Ada Museum di Lapas Lowokwaru Malang, Jadi Tempat Wisata, Punya Koleksi Wajan Raksasa & Genset Kuno

Pandemi Corona Bawa Berkah, Pengusaha Keripik Singkong di Malang Banjir Bahan Baku: Tidak Kesulitan

Sukses Jadi YouTuber, Penghasilan Baim Wong dari YouTube Terkuak, Melaney Ricardo: Astaga Luar Biasa

"Pemilik sabu jenis baru warna hijau seberat 70 gram masih buron," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Menurut dia, dari pengakuan tersangka perbedaan sabu warna hijau lebih mahal sekitar Rp.1,5 juta per gram. Sedangkan, sabu biasa berharga Rp.1,2 juta per gram.

"Tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," ungkapnya.

Kasat Resnarkoba Polres Mojokerto Kota, Iptu Hari Siswanto menambahkan narkoba jenis baru yakni sabu hijau diduga kuat merupakan sindikat peredaran narkoba lintas wilayah. Sabu hijau lebih berbahaya.

Hasil penyelidikan sementara diduga kuat sabu hijau sebenarnya berjumlah banyak karena hanya sebagian kecil yang diedarkan di wilayah Mojokerto.

"Wilayah Mojokerto ini dijadikan tempat transit peredaran narkoba kami masih menyelidiki terkait sabu warna hijau jenis baru," tandasnya kepada TribunJatim.com.

Tersangka Ega mengaku baru kali ini mengedarkan sabu warna hijau jenis baru di wilayah Mojokerto. Ia mendapatkan sabu hijau ini dari rekannya yang kini buron.

"Saya cuma mengedarkan tidak tahu rasa dan perbedaannya sabu hijau dan putih yang jelas kalau sabu hijau lebih mahal," ujarnya. (Mohammad Romadoni/Tribunjatim.com)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved