36 Peserta Pendidikan Dokter Spesialis FK Unair Surabaya Dilantik

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya melantik 36 Peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Rabu (17/6/2020) di aula FK Unai

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yoni Iskandar
sulvi / surya
Proses pelantikan PPDS FK Unair secara daring dan tatap muka dengab protokol kesehatan, Rabu (17/6/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya melantik 36
Peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Rabu (17/6/2020) di aula FK Unair Surabaya.

Pelantikan ditengah pandemi ini diwakili 10 PPDS yang hadir di Aula, sementara sisanya dilantik secara daring oleh Dekan FK Unair, Soetojo SpU.

Soetojo mengungkapkan pelantikan dokter di tengah pandemi ini tidak bisa ditunda. Pasalnya kehadiran tengaa medis semakin dibutuhkan saat pandemi virus Corona atau Covid-19.

"Lulusan kami ini sudah cukup banyak, sebelum dilantik mereka belum bisa melaksanakan tugas dokter. Kalau menunggu selesai pandemi akan cukup lama karena mereka dibutuhkan untuk ikut menangani Covid-19,"urai spesialis Urologi ini.

Setelah lulus,para dokter ini akan mendaftar ke Dinas Kesehatan untuk di tempatkan di fasilitas kesehatan yang membutuhkan.

"Saya ingin mereka bisa menyebar di berbagai daerah, jangan di kota besar saja. Madura dan Bawean saja masih minim, mereka harus mau ditempatkan baik di jawa maupun luar jawa," lanjutnya.

Terkuak Alasan Irwan Mussry Jatuh Cinta ke Maia Estianty, Ibu Al-El-Dul Digoda saat Live: Romantis

Syok Makam Leluhurnya di Bulusari Dijadikan Jalan Beton, Ahli Waris Geruduk Kantor Kelurahan Pandean

Terungkap Sosok Mayat Yang Ditemukan di Rumah Lakarsantri, Saksi Sebut Terapis Pijat

Soetojo menegaskan pelantikan yng digelar dengan mengedepankan protokol kesehatan ini sudah pernah dilakukan FK Unair. Sehingga pihaknya tidak kesulitan menggelar lagi secara daring dengan protokol kesehatan yang ada.

Salah satu dokter yang mengikuti pelantikan, Dr Karina Dyahtantri Pratiwi Mked klin Sp DV menjelaskanbiapun sempat khawatir pelantikan akan ditunda karena pandemi.

"Alhamdulillah bisa saya ikuti (pelantikan), tidak mengurangi makna sumpah dan pelantikan yang selama ini dilakukan," lanjutnya.

dr Karina mengungkapkan pelantikannya memang berbeda dengan yang selama ini biasa digelar. Bahkan baju yang digunakan juga lebih sederhana sebagai wujud keprihatinan akan kondisi saat ini.

Ke depan dr Karina berharap bisa mengedukasi masyarakat agar lebih peduli akan Covid-19. Sehingga tidak ada lagi tenaga medis yang berguguran karena terpapar Covid-19 dari pasien.

"Kami sebagai dokter memiliki tugas agent of change makanya juga harus melakukan edukasi aktif pada masyarakat sehingga mereka bisa waspada dan perhatian. Karena mungkin masyarakat belum cukup memahami bahaya covid ini," pungkasnya.(Sulvi/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved