Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

PSBB Surabaya Raya Tak Perlu Diterapkan Lagi, IDI Jatim: Masyarakat Harus Patuh Protokol Kesehatan

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur menilai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya tidak perlu diterapkan kembali.

hongkongliving.com
(ILUSTRASI) penggunaan masker untuk cegah virus corona 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur menilai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya tidak perlu diterapkan kembali walaupun angka kasus Covid-19 terus naik terutama di Kota Surabaya.

Ketua IDI Jatim, Sutrisno menilai, yang lebih penting daripada PSBB adalah kepatuhan masyarakat untuk menggalakkan protokol kesehatan.

Mulai dari menggunakan masker, cuci tangan, menjaga jarak, dan tidak berkerumun.

Penggawa Garuda Muda, Ruy Ariyanto Optimis Timnas U-16 Bisa Bersaing di Piala Asia 2020

Tempat Ibadah Tangguh di Kabupaten Mojokerto Siap Sambut Tatanan Hidup Baru

"Jadi menurut saya yang paling penting adalah kedisiplinan masyarakat. Walaupun ada PSBB tapi masyarakat tidak disiplin protokol kesehatan ya sama saja," kata Sutrisno, Sabtu (20/6/2020).

Dari evaluasi yang dilakukan epidemiolog, kepolisian dan kalangan independen menunjukkan kedisiplinan masyarakat masih sangat rendah.

"Hal itu lah yang bikin kasus ini terus naik mendekati Jakarta. Bahkan kematian lebih tinggi daripada Jakarta," lanjutnya.

Pria Tergeletak Dekat Pintu Pemandian Sekarsari Mojokerto, Dibangunkan Tak Respons, Dada Memerah

Dulu Tinggal di Ruko Penampilannya Gembel Banget, Aurel Kini Jadi Cantik Berkat Ashanty: Bersyukur

Selain pendisiplinan protokol kesehatan, Sutrisno juga meminta pemerintah daerah untuk lebih masif melakukan test baik rapid test maupun tes PCR (Polymerase Chain Reaction).

"Kuratif dan perawatannya juga harus bagus, serta tracing (penelusuran) yang efisien dan tepat. Dengan itu nanti baru bisa mengatasi angka kasus yang terus naik. Jadi bukan PSBB nya," lanjutnya.

Pemerintah daerah, lanjut Sutrisno juga harus memaksimalkan peran kampung tangguh yang menurutnya akan sangat efektif untuk mengedukasi masyarakat jika digerakkan secara optimal.

Forpimprov Jatim Sepakat, Semangat Kebersamaan Jadi Kunci Malang Raya Menuju New Normal

Sebelum Ikuti Kegiatan Pembelajaran, Ribuan Santri Ponpes Lirboyo Dikarantina 14 Hari Terlebih Dulu

UPDATE CORONA di Dunia Sabtu 20 Juni 2020, Total 8,7 Juta Kasus, AS Urutan Pertama, Indonesia?

"Gerakkan dari unit terkecil, mulai RT RW dan kampung, kalau bisa diefektifkan saya yakin berhasil. Para tokoh lokal mau berani fokus kepada warganya, mendisiplinkan warga dan melarang orang luar keluar masuk dengan bebas terutama pada jam malam dan melarang kumpul-kumpul," ucapnya.

Yang tak kalah penting, menurut Sutrisno adalah pengawasan pada masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri.

"Isolasi mandiri harus betul-betul diawasi dan kalau perlu juga dibantu kebutuhan hidupnya. Jadi Kampung tangguh ini menurut saya harus diutamakan untuk penerapan disiplin protokol Kesehatan," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved