Masjid Al Akbar Surabaya Gelar Salat Gerhana Matahari, Jemaah Bisa Pantau Gerhana Lewat Layar Lebar
Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menggelar Salat Gerhana Matahari, Minggu (21/6/2020).
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Taufiqur Rohman
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menggelar Salat Gerhana Matahari, Minggu (21/6/2020).
Salat ini dilaksanakan karena Jawa Timur khususnya Kota Surabaya dilewati oleh Gerhana Matahari Cincin yang dimulai pada pukul 14.57 WIB hingga berakhir pukul 15.48 WIB.
Sekretaris Badan Pengelola Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor mengatakan imam pada salat gerhana matahari kali ini adalah imam besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, KH Abdul Hamid Abdullah.

• Masjid Agung Al Akbar Surabaya Gelar Salat Gerhana Matahari di Tengah Pandemi
• Cegah Penularan Covid-19, Kelurahan Mergosono Dihujani Disinfektan
Sedangkan Khotibnya adalah guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof KH Roem Rowi.
Helmy menjelaskan salat gerhana diikuti oleh seribu jemaah dengan protokol kesehatan yang ketat.
"Ada 14 protokol Kesehatan yang diterapkan. Jemaah diwajibkan pakai masker, hand soap sebelum masuk, lalu disemprot hand sanitizer, masuk bilik sterilisasi, cek suhu dengan thermal gun, lalu sandal dan sepatu wajib dibawa masuk," kata Helmy, Minggu (21/6/2020).
Selain itu shaf para jemaah sudah diatur agar physical distancing, bacaan imam dan khatib juga pendek.
"Alhamdulillah pelaksanaan lancar dan tidak ada temuan jemaah yang suhu tubuhnya tinggi," lanjutnya.
• Indra Sjafri Beberkan Kronologi Perseteruan Dirinya dengan Pelatih Timnas: Banyak Bohongnya
• Fashion New Normal, Lia Afif Usung Batik Probolinggo Bermotif Abstrak Pada Busana dan Masker
Masjid Nasional Al Akbar Surabaya juga menyediakan tiga layar lebar di dalam masjid agar jemaah bisa menyaksikan langsung pergeseran fenomena gerhana matahari secara real time.
Lebih lanjut, Helmy menjelaskan pada rangkaian salat gerhana tersebut, para jemaah juga diajak doa bersama agar wabah Corona (Covid-19) bisa segera diangkat.
• Tujuh Hari Nelayan Popoh Hilang, SAR Trenggalek Hentikan Pencarian
"Sebelum salat gerhana ada istigosah yang dipimpin oleh imam. Spesifik mendoakan agar virus corona segera diangkat. Setelah itu baru salat. Saat khutbah pun Khotib juga mengajak jemaah lahir dan batin mematuhi protokol kesehatan dan berdoa kepada Allah yaitu doa tolak balak dan agar corona segera diangkat," pungkasnya.