Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Hari Terakhir Transisi New Normal Life, Pakar Epidemiologi: Perwali Surabaya Tidak Menggigit

Hari ini, Senin (22/6/2020) adalah hari terakhir transisi New Normal Life (tatanan hidup baru) di Surabaya Raya pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar

TRIBUNJATIM.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
Hari kedua penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Surabaya di Bundara Waru berjalan relatif lancar, Rabu (29/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hari ini, Senin (22/6/2020) adalah hari terakhir transisi New Normal Life (tatanan hidup baru) di Surabaya Raya pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak diperpanjang.

Selama dua pekan transisi new normal life ini, Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, Surabaya, Windhu Purnomo melihat masyarakat khususnya di Kota Surabaya berperilaku layaknya tidak ada Pandemi Covid-19.

"Masyarakat menganggap masa transisi itu ya tidak ada. Masa transisi itu seperti kembali normal sebelum ada Covid-19. Di jalan banyak tak pakai masker, kumpul-kumpul, protokol kesehatan juga banyak yang tidak dipatuhi," kata Windhu, Senin (22/6/2020).

Menurut Windhu ada atau tidaknya PSBB, seharusnya kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan tetap harus diperhatikan dengan tegas dan ketat diawasi oleh pemerintah daerah.

Nasib Lucinta Luna Seusai Eksepsinya Ditolak, Cuma Pasrah, Kuasa Hukum Siapkan Saksi Meringankan

Ruangan Rahasia Nagita Slavina Diekspos Baim Wong, Suami Paula Kaget Lihat Isinya: Parah Ini

Promo Dunkin Donuts Hari Ini, Ada Menu Spagetti Balognese hingga Wafle, Beli 7 Gratis 5 Donut

"Semestinya harus dengan aturan. Salah satunya kalau di Surabaya ya dengan Peraturan Wali Kota. Hanya saja Perwalinya sama dengan PSBB, sama sekali tidak menggigit dan tidak membuat orang itu takut melanggar, atau jera ketika melanggar lagi," lanjut Windhu kepada TribunJatim.com.

Windhu pun membandingkan dengan Sidoarjo dan Gresik yang masih ada denda ataupun sanksi tegas ketika melanggar protokol kesehatan, sehingga membuat masyarakat akan lebih berhati-hati untuk tidak melanggar protokol kesehatan.

"Kalau menurut saya, masa transisi ini seharusnya ya betul-betul dilakukan persiapan menuju New Normal. Tapi PSBB 1,2,3 saja tidak efektif apalagi transisi, ya sudah cul-culan," kata Windhu kepada TribunJatim.com.

Menurut Windhu, Pemkot Surabaya harus memberikan sanksi yang tegas kepada pelanggar protokol kesehatan yang sudah termaktub dalam Perwali sehingga masyarakat bisa lebih disiplin.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved