Wali Kota Kediri Persiapkan UMKM Dengan Platform Belanja Online

Produk UMKM Kota Kediri dipersiapkan bisa lebih dikenal secara luas dan dapat bersaing dengan UMKM daerah lain sekaligus meningkatkan penjualan.

(Surya/Didik Mashudi)
Wali Kota Kediri menjelaskan upaya pemulihan ekonomi saat pandemi Covid 19 bagi kalangan UMKM di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Selasa (23/6/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Kediri dipersiapkan bisa lebih dikenal secara luas dan dapat bersaing dengan UMKM daerah lain sekaligus meningkatkan penjualan.

Upaya itu dilakukan dengan mempersiapkan dan menjual produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di marketplace atau platform belanja online yang sangat digemari masyarakat saat ini.

Hal itu disampaikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang bersama Klinik UMKM Kota Kediri, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri dan Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kota Kediri mencari langkah strategis perkembangan UMKM di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Selasa (23/6/2020).

Dijelaskan, menjual produk secara online maupun marketplace lebih cepat dikenal dan laku bila dibandingkan dengan offline. Karena pasar marketplace begitu luas, tidak hanya di Indonesia tetapi bisa lintas negara.

Sebaliknya, bila dijual secara offline harus mendirikan toko yang butuh biaya besar serta produknya hanya diketahui masyarakat sekitar. Butuh waktu lama dan biaya besar aga produk diketahui oleh masyarakat luas.

Identitas Sopir Mobil yang Terbakar di Jalan Tulungagung-Blitar Terungkap, Bawa 500 Liter Bensin

Kantor Imigrasi Tanjung Perak Buka, WNA di Surabaya Diimbau Segera Urus Perpanjangan Izin Tinggal

Atta Halilintar Pusing Siapkan Rp25 M Demi Wujudkan Pernikahan Impian Aurel: Emang Kita Mampu?

Wali Kota Kediri menyebutkan, data dari Kementerian, ada peningkatan traffic pada teknologi digital sebesar 15-20 persen di masa pandemi.

"Sementara dari total pelaku UMKM hanya 13 persen yang go online, artinya masih ada 87 persen UMKM yang belum berjualan secara online," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Masalahnya, bagaimana para pembeli tahu soal keberadaan produk dari UMKM lokal dan tertarik untuk membelinya yang harus dipikirkan. Kalau hanya upload ke marketplace lalu dibiarkan saja tanpa sentuhan kreatifitas dan marketing biasanya kurang maksimal," tambahnya.

Saat Pemkot Kediri telah mempersiapkan untuk membawa UMKM Kota Kediri bisa masuk di marketplace. Di antaranya, produk apakah sudah baik atau belum, contohnya makanan, apakah rasanya sudah enak atau belum dan ciri khas produk tersebut.

Kemudian dari segi kemasan atau packaging sudah cantik atau belum, karena packaging yang bagus bisa meningkatkan harga jual. UMKM juga harus melek teknologi agar lebih mudah pemasarannya dan produk lebih cepat dikenal oleh masyarakat luas.

Sebagian besar produk UMKM Kota Kediri sudah layak jual dan siap untuk dipasarkan di marketplace, namun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki seperti packagingnya.

Dicontohkan, kain Tenun Ikat Bandar Kidul dari segi bahan, warna sudah baik dan juga perawatan yang mudah namun yang masih perlu perbaikan dari segi kemasannya.

Bagi UMKM Kota Kediri yang produknya belum layak jual di marketplace akan diberikan pendampingan oleh tim Klinik UMKM agar kualitas produk yang dihasilkan bisa bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain dan produk-produk lain.

"Di masa pandemi ini, ada istilah menarik AADC. Jadi kita harus "accept" atau menerima kenyataan bahwa sekarang sedang masa pandemi, dan dengan adanya pandemi kita harus "adapt", karena siapa yang beradaptasi yang bisa bertahan," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Lalu karena adanya social distancing_ jualan harus ke digital karena itu tidak membutuhkan tatap muka langsung dan agar ada nilai lebih dari sebuah produk perlu "creative collaborative". Karena dengan kolaborasi kita lebih ringan, prinsipnya bergotong royong secara kreatif.(dim/Tribunjatim.com)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved