Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Kembangkan UMKM, KBI Jalankan Program Kemitraan BUMN

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), sebagai salah satu BUMN, ikut serta dalam merealisasikan Program Kemitraan dengan UMKM

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Petani rumput laut di Maccini Baji, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, yang menjadi mitra binaan PT KBI. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), sebagai salah satu BUMN, ikut serta dalam merealisasikan Program Kemitraan dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

BUMN yang bergerak dalam bisnis lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi di perdagangan berjangka komoditi, pasar fisik komoditas serta sebagai Pusat Registrasi Resi gudang ini, juga telah mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) nya untuk Program Kemitraan dengan menjadikan beberapa UMKM menjadi mitra binaan, serta kegiatan Bina Lingkungan.

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama KBI mengatakan, sebagai BUMN, tentu sudah menjadi tanggung jawabnya, untuk turut mendukung pengembangan masyarakat khususnya UMKM.

"Sejalan dengan itu, kami juga telah mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dalam implementasinya terbagi untuk Program Kemitraan serta Bina Lingkungan," kata Fajar, Jumat (26/6/2020).

Harapannya, apa yang telah dilakukan KBI dalam berbagai program kemitraan ini, mampu mendorong perkembangan ekonomi masyarakat, serta menjalankan peran BUMN sebagai agen pembangunan di bidang ekonomi.

"Sepanjang tahun 2019, Program Kemitraan yang dilakukan PT KBI telah merealisasikan dana lebih dari Rp 6 miliar untuk 127 mitra binaan, yang berasal dari sektor perikanan dan pertanian," ungkap Fajar.

Tingkatkan Usaha di Tengah Pandemi Covid-19, Semen Indonesia Bantu UMKM Tetap Berinovasi

Doni Monardo Apresiasi Banyuwangi Lakukan Sertifikasi Protokol Kesehatan Covid-19

25.659 Orang Surabaya Diswab, Hasilnya 7.564 Positif Covid-19, Pemkot Terus Gencarkan Tes Massal

Sedangkan untuk tahun 2020, direncanakan ada peningkatan Mitra Binaan menjadi 220 mitra.

Salah satu mitra binaan KBI adalah petani rumput laut yang berada di Maccini Baji, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Mitra binaan yang bergerak dalam komoditas rumput laut ini, mendapatkan dana program kemitraan KBI di tahun 2019.

Sebelum mendapat pembiayaan, usaha ini memiliki 500 bentangan dengan hasil panen sekitar 3.500 kg rumput laut kering.

Setelah dapat pembiayaan hasil panen meningkat menjadi 5.450 kg rumput laut kering, dikarenakan bertambahnya bentangan menjadi 780 bentangan.

Satu bentangan sama dengan 25 meter yang menghasilkan 70kg rumput laut basah. Setelah dikeringkan menyusut menjadi 7 kg rumput laut kering.

Selanjutnya Fajar Wibhiyadi menambahkan, program Kemitraan yang dilakukan KBI salah satunya yaitu pinjaman dengan pola Jaminan Resi Gudang.

"Sistem pembiayaan perdagangan sangat diperlukan bagi dunia usaha untuk menjamin kelancaran usahanya terutama bagi usaha kecil dan menengah, termasuk petani yang umumnya menghadapi masalah pembiayaan karena keterbatasan akses dan jaminan kredit," jelas Fajar.

Sistem Resi Gudang dapat memfasilitasi pemberian kredit bagi dunia usaha dengan agunan inventori atau barang yang disimpan di gudang.

Program Kemitraan dengan pola Jaminan Resi Gudang yang dilakukan KBI yaitu Pinjaman dengan Jaminan Resi Gudang, diberikan kepada mitra binaan baik itu Perorangan, Kelompok Tani (POKTAN), Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN), atau Koperasi. Lama pinjaman berdasarkan masa berlaku Resi Gudang yang dijaminkan. Dengan Program ini para petani diharapkan dapat terhindar dari rentenir dan tengkulak.

Fajar WIbhiyadi menambahkan, “Kedepan KBI akan terus meningkatkan jumlah mitra binaan, serta sektor usahanya," ujar Fajar.
Bila tahun 2019 ada di sektor perikanan dan pertanian, kedepan beberapa sektor lain juga akan turut dikembangkan.

"Ini semua karena peran kami sebagai BUMN tidak hanya mengejar keuntungan semata, namun lebih dari itu, adalah bagaimana KBI bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat," ungkap Fajar.

Terpisah, pengamat korporasi dan BUMN, Mas Achmad Daniri mengatakan, adanya program Kemitraan di BUMN ini, akan menjadi salah satu solusi terkait pembiayaan dan pengembangan UMKM.

"Bagi BUMN sendiri, Program Kemitraan ini akan menjadi satu dengan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility). Tentunya hal ini akan menguntungkan kedua pihak, baik dari sisi UMKM-nya maupun dari sisi korporasi BUMN nya," jelas Mas Ahmad.

Dari sisi pelaku UMKM, program ini akan memudahkan mendapatkan akses pembiayaan. Bagi BUMN yang bersangkutan, Program Kemitraan ini tidak sekedar menjadi kegiatan sosial semata, namun lebih dari itu, progam ini merupakan sebuah rangkaian yang diharapkan akan terkait dengan bisnis BUMN yang dimaksud.(Sri Handi Lestari/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved