Virus Corona di Surabaya
25.659 Orang Surabaya Diswab, Hasilnya 7.564 Positif Covid-19, Pemkot Terus Gencarkan Tes Massal
Pemkot Surabaya terus melakukan rapid test massal. Hasilnya 9.134 reaktif bakal segera dites swab untuk memastikan positif Covid-19 atau tidak.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kegiatan rapid test massal yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 terus berlanjut.
Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, tes yang dilakukan sudah mencapai puluhan ribu orang.
Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita merinci, untuk rapid test sudah dilakukan untuk 92.964 orang, yang reaktif sekitar 9.134 orang.
• Hendak Tidurkan Anaknya, Ibu Ini Malah Ketiduran, Paman Syok Lihat Ada yang Mengambang di Kolam Ikan
• Saat Harapan Anak John Kei Sirna Lihat Ayahnya Kini, Ada 1 Doa, Kenang Momen di Penjara: Apa Boleh?
“Dimana angka positif rate-nya 9,83 persen," kata Feny, sapaan akrab Febria Rachmanita.
Seperti biasanya, bagi warga yang ditemukan reaktif itu dilanjutkan pada pemeriksaan swab test.
Ini untuk memastikan apakah orang tersebut benar-benar terpapar virus Corona ataukah justru negatif.
• Debitur Malang Raya dan Pasuruan Terima Restrukturisasi Kredit, OJK Malang: Mencapai Rp 8,15 Triliun
• Tegas, Dinas Pendidikan Jatim Bakal Lakukan Ini, Jika Temukan Pemalsuan Berkas dalam PPDB SMA/SMK
Menurut Feny, dari data yang tercatat di Dinas Kesehatan, swab test sudah dilakukan sebanyak 25.659 orang. Hasilnya, ada sekitar 7.564 orang positif.
“Memang ada yang asli Surabaya dan ada pula yang luar Surabaya," tambah Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya itu.
Pemeriksaan massal di Surabaya, kata Feny, bakal terus dilakukan oleh Pemkot Surabaya.
• Tidak Ada Produk Pertanian Terdampak Covid-19, Kementan: Ekspor Coklat, Kopi Tetap Jalan
Feny melanjutkan, pihaknya juga memaksimalkan laboratorium di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya untuk memeriksa sampel.
Setiap hari lab tersebut bisa memeriksa 300 hingga 400 sampel tes.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan semakin banyak melakukan rapid tes dan tes swab ini, maka semakin banyak pula yang diketahui siapa saja yang terkena virus, dan siapa pula yang aman.
Dengan cara ini, diyakini dapat semakin mudah dalam upaya memutus mata rantai penyebarannya.
“Ini penting untuk melacak orang-orang yang terkena Covid-19,” ujar Wali Kota Surabaya dua periode tersebut.
Dalam kesempatan sebelumnya, Risma juga sempat mengatakan jika tren kasus di Surabaya bertahap mengalami penurunan. Risma menyebut hal itu dilihat dari data yang dimiliki Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya.
“Sebetulnya sudah turun, sebetulnya turun angka itu, angka itu turun," kata Risma.
Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Heftys Suud