Virus Corona di Surabaya
Gowes Kembali 'Menjamur' Sejak Pandemi, Order Sparepart Sepeda Laris Manis, Stok sampai Terbatas
Sejak pandemi Covid-19, tren bersepeda kembali menjamur di masyarakat. Orderan sparepart sepeda pun laris diburu masyarakat.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bersepeda telah lama menjadi alternatif berolahraga yang ramah lingkungan.
Tidak hanya demi kesehatan, tetapi seperti sudah menjadi bagian dari gaya hidup.
Di beberapa ruas jalan seperti saat ini pun telah tersedia jalur khusus untuk pesepeda.
Bahkan, sejak pandemi Covid-19, tren bersepeda kembali menjamur di masyarakat.
• UPDATE Harga Sepeda Lipat Brompton Terbaru: Brompton S6R hingga Brompton B75 2020, Mulai Rp 30 Juta
Melihat antusias masyarakat yang begitu tinggi, pastinya menjadi peluang keuntungan bagi para pelaku bisnis di bidang sparepart sepeda.
Seperti dialami, Bagus Abdurrahman Wahid yang membuka bisnis ini secara daring sejak 10 tahun terakhir.
Ia mengakui, sejak pandemi Covid-19 permintaan sparepart sepeda terus meningkat.
• Viral Siswi Tertangkap Ayahnya Ngamar di Hotel Masih Pakai Seragam, Psikolog Beber & Kuak Pemicunya
• Malam Pertama Berubah jadi Tragedi Maut, Ciuman Suami Bikin Istri Tewas, Penyebab Dikuak Dokter
Hampir setiap hari ia mendapat pesanan berbagai macam sparepart.
"Saya juga menerima perakitan, jadi semua tentang sepeda," ujarnya.
Larisnya bisnis sepeda dan aksesoris yang digelutinya, memang tak diraih begitu saja.
• Tren Gowes Selama Pandemi Jadi Peluang Bisnis, 2 Warga Lamongan Sulap Sepeda Bekas, Dijual Jutaan
Semua berawal dari keinginan bapak satu anak ini untuk menjadi pedagang.
Bagus memutuskan menjual produk yang sesuai dengan hobinya, yakni sepeda.
"Mulai usaha sejak 2010 saat booming fix gear, zaman sepeda fixie. Karena hobi bersepeda jadi sekalian berkomunitas, sekalian jualan karena tau target market-nya," kenang Bagus.
• UPDATE Harga Sepeda Lipat Terbaru, Mulai Rp 1 Jutaan hingga Rp 5 Juta, Ada Merek Pacific dan Polygon
Baginya, menjual barang yang benar-benar dikuasai dan mengerti seluk-beluk bisnisnya akan jauh lebih baik dan menguntungkan dibandingkan menjual barang yang tidak dipahaminya.
"Pasar sepeda itu beda. Selama masih ada yang bersepeda, berkomunitas, pasti akan tetap dicari. Tetapi karena Corona, permintaan makin tinggi karena orang mulai sadar dengan kesehatan, sekaligus gaya hidup," ungkap pehobi bersepeda ini.