Malang Raya Telah Masuki Musim Kemarau
Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menyatakan wilayah Malang Raya telah memasuki musim kemarau di tahun 2020
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menyatakan wilayah Malang Raya telah memasuki musim kemarau di tahun 2020.
Hal itu ditandai oleh berkurangnya hari hujan dan rendahnya jumlah curah hujan yang terukur di permukaan.
“Malang Raya sudah masuk kemarau sejak awal Juni,” ucap Prakirawan BMKG Juanda, Rendy Irawadi, Selasa (30/6/2020).
Menurutnya, Malang Raya mengalami hari tanpa hujan berturut-turut yang biasa disebut deret hari kering. Di wilayah itu, deret hari kering terjadi berkisar antara 20-60 hari.
“Jadi kalau terjadi hujan bukan berarti belum masuk musim kemarau,” ucapnya.
Rendy mengatakan sebagian besar wilayah di Kabupaten Banyuwangi masih belum masuk musim kemarau. Namun daerah lain di Jatim, rerata telah kering selama beberapa hari.
• Polres Sidoarjo Sita Tas Terduga Pembakar Mobil Via Vallen, Berisi Benda Klenik: Kayak Jenglot Gitu
• Usut Kasus Pembakaran Mobil Via Vallen, Polisi Sudah Periksa Sang Pedangdut Sebagai Saksi Korban
• Viral Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi karena Motor, Hati Kalsum Sedih: Keluar dari Rahim Saya
“Sebagian besar Banyuwangi belum,” katanya.
BMKG memprediksi puncak musim kemarau tahun ini akan berlangsung pada bulan Agustus sampai September.
Sebelumnya, BMKG merilis awal musim kemarau tahun 2020 yang biasanya jatuh pada bulan Maret-April mundur pada Mei. Mundurnya musim kemarau ini adalah pengaruh dari peralihan angin Barat (monsun Asia) menjadi angin Timur (monsun Australia).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/sejumlah-komunitas-dan-relawan-se-malang-raya-saat-membersihkan-bantaran-sungai-amprong.jpg)