Risma Tutup Kantin Satpol PP Surabaya

BREAKING NEWS: Geram Banyak PNS Nongkrong saat Jam Kerja, Risma Tutup Kantin di Samping Satpol PP

Aktivitas kantin pujasera yang terletak di samping Kantor Satpol PP, tepatnya di Jalan Jimerto, ditutup Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

TRIBUNJATIM.COM/TONY HERMAWAN
Kondisi kantin pujasera yang terletak di samping Kantor Satpol PP Surabaya,Rabu (1/7/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Aktivitas kantin pujasera yang terletak di samping Kantor Satpol PP, tepatnya di Jalan Jimerto, ditutup Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Informasinya penutupan itu berjalan sejak pekan lalu Senin (22/6).

Terkait hal itu, Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, pertimbangan ditutup karena lokasi tersebut acap kali dipakai pegawai pemerintahan untuk nongkrong saat jam kerja. 

Kasus Covid-19 Banyak Terjadi di Perumahan Mewah, Risma: Kasus Pertama Ditemukan di Surabaya Selatan

Wali Kota Risma Diminta Tekan Angka Kematian Pasien Covid-19, di Surabaya Didominasi Kasus Komorbid

Bantuan Wali Kota Risma untuk Rumah Sakit di Surabaya, Beri 9 Ventilator untuk Tangani Covid-19

“Terkait dengan penutupan karena setiap jam kerja digunakan untuk nongkrong anggota Satpol PP, Linmas, dan pegawai dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang lain, sehingga mengganggu irama kerja,” kata Eddy, Rabu (1/7/2020).

Kondisi tersebut diketahui Risma saat dirinya melihat kantin tersebut ramai dikunjungi anggota Satpol PP kota Surabaya.

Padahal saat itu masih terhitung jam kerja. Lantas Risma pun geram.

Saat itu juga, Risma pun langsung menegur Eddy selaku Kepala Satpol PP, untuk mengingatkan para petugasnya.

“Ibu (Risma) sebenarnya tidak menutup kantinnya, tapi beliau mengkritisi pegawai yang jam kerja tapi malah nongkrong di situ. Itu kan sebenarnya, zolim terhadap warga kota yang membayar mereka dengan uang pajak dan retribusinya,” ungkapnya.

“Mangkanya beliau memberikan peringatan keras kepada saya dan Pak Irvan (Kepala BPB Linmas), yang kebetulan kantornya ada di situ, untuk bisa mengatur anggota dan staf pemerintah yang lain, untuk tidak nongkrong di situ,” imbuhnya.

Di sisi lain, Eddy menampik pernyataan yang menyebut penutupan kantin, bermula karena saat itu banyaknya pegawai Satpol PP yang berkerumun di sana. Ia menyebut, saat itu juga ada beberapa (Organisasi Perangkat Daerah) OPD lain.

"Mereka yang nongkrong, ngerokok, bukan hanya pegawai Satpol PP, tapi yah OPD yang lain," ungkapnya.

Eddy pun memastikan penutupan murni karena banyak pegawai yang nongkrong di kantin saat jam kerja, bukan terkait pandemi corona.

“Hanya terkait jam kerja, jadi bukan terkait pandemi covid-19,” pungkas dia.

Sementara berdasarkan pantauan di lapangan, saat ini gerbang kantin tersebut dalam keadaan tertutup. Hanya ada beberapa pedagang yang masih berjualan. 

Sedangkan kursi yang biasanya digunakan untuk nongkrong, kini telah terpasang Satpol PP line.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved