Virus Corona di Malang

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kota Malang Overload, Wali Kota Malang Siapkan ini

Semakin banyaknya kasus virus Corona atau Covid-19 di Kota Malang membuat rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Malang overload

Tayang:
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Yoni Iskandar
DOK./HUMAS PEMKOT MALANG
Wali Kota Malang Sutiaji bakal gencar gerilya tracing orang kontak pasien positif Corona. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Semakin banyaknya kasus virus Corona atau Covid-19 di Kota Malang membuat rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Malang overload atau kelebihan kapasitas.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji saat dihubungi SURYAMALANG.COM, Kamis (2/7).

Dia menyampaikan, bahwa kabar yang dia dapatkan saat ini ada dua rumah sakit rujukan Covid-19 yang overload tersebut.

Dua rumah sakit tersebut di antaranya Rumah Sakit Islam Aisiyah (RSI) dan Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang (RSSA).

"Iya sekarang overload. Kabarnya ada dua RSI dan RSSA. Kemungkinan ada lagi, karena saya nanti mau melakukan video conference soal itu," ucapnya.

Dengan adanya kasus tersebut, upaya lanjutan yang kini sedang dilakukan oleh Pemkot Malang ialah menyiapkan tempat karantina mandiri milik Pemprov Jatim di Jalan Kawi.

Tempat karantina tersebut memiliki kapasitas 54 bed dan dalam beberapa hari ke depan akan segera dipergunakan sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien positif corona.

Gara-gara Surat Edaran dari Pemkot Surabaya, Orang Tua Kelabakan Cari Lokasi Rapid Untuk Ikut UTBK

Curanmor Pakai Jaket Ojol Terekam Kamera CCTV di Lowokwaru Kota Malang, Ini Modusnya

Wisata ke Gunung Bromo Bakal Lebih Ketat, TNBTS Rencana Syaratkan Rapid Test Jika Mau Berwisata

"Tempat karantina itu yang kami sedang kami siapkan. Dan nanti isolasi mandirinya biar di sana," ucapnya kepada TribunJatim.com.

Sutiaji memiliki sejumlah alasan, kenapa tempat karantina dijadikan sebagai ruangan untuk isolasi mandiri pasien positif Covid-19.

Alasan utamanya ialah agar pengawasan terhadap pasien lebih mudah dilakukan.

Terutama bagi para pasien yang tidak memiliki tempat untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Teknik pengawasan nanti ada dua, pertama melihat perilaku pasien agar hidup sehat dan tidak berkomunikasi dengan orang lain. Kedua, bagaiamana dia bisa taat kepada treatment kesehatan yang kita berikan," ucapnya.

Persiapan lain yang tak kalah penting kata Sutiaji di antaranya berkaitan dengan konsumsi dan tempat untuk mencuci.

Oleh karenanya, dalam mempersiapkan ruangan tersebut, juga menggandeng dari ahli kesehatan.

"Semua sudah siap. Mulai dari tenaga kesehatan, makanan, hingga laundry. Dan laundry kita menggunakan dari RSSA Malang," tandasnya.

Sebagai informasi, saat ini telah ada 7 rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Malang.

Tujuh rumah sakit tersebut di antaranya Rumah Sakit Lavalette, Rumah Sakit Hermina, RSSA, RSI Aisiyah, RST Soepraoen, dan Rumah Sakit Unisma.(Rifky/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved