Breaking News:

Wisata ke Gunung Bromo Bakal Lebih Ketat, TNBTS Rencana Syaratkan Rapid Test Jika Mau Berwisata

Jelang dibukanya wisata Gunung Bromo pada 1 Agustus 2020, wisatawan tampaknya harus merogoh kocek lebih dalam agar bisa memasuki wisata alam tersebut.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jelang dibukanya wisata Gunung Bromo pada 1 Agustus 2020, wisatawan tampaknya harus merogoh kocek lebih dalam agar bisa memasuki wisata alam tersebut.

Pasalnya, hasil rapid test diwacanakan sebagai syarat wajib agar bisa berwisatan ke Gunung Bromo.

"Sementara ini ada syarat rapid test. Namun  kelanjutannya masih kami bahas nantinya.  Apakah itu harus ada surat sehat, kesimpulannya masih belum clear juga," ujar Kepala Balai Besar TNBTS John Kenedie ketika dikonfirmasi, Kamis (2/7/2020).

BMKG Karangkates Malang: Jatim Diguncang Gempa Bumi 39 Kali Selama Juni 2020

Polresta Malang Kota Akan Bentuk Program Pembagian Masker Gratis di Tempat Keramaian

Rektor Unidha Kota Malang Tanggapi Demo Mahasiswanya: Kampus Hanya Mampu Beri Potongan SPP 30%

Wacana penyertaan hasil rapid test atau surat keterangan sehat adalah berdasarkan surat edaran dari Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.

"Dari Ditjen harus rapid test atau surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan, Puskesmas atau Klinik," terang John.

John mengatakan, keputusan syarat rapid test ternyata diserahkan kepada setiap kepala daerah yang mebawai wilayah administratif kawasan TNBTS.

"Keputusan ini juga tergantung pada Pemerintah Kabupaten masing-masing, melalui tim gugus tugas COVID-19," beber John.

Persiapan terkini, pihak TNBTS tengah melakukan sosialisasi kepada pelaku wisata maupun pemilik usaha yang berada di wisata Gunung Bromo.

Sosialisasi itu meliputi perihal skenario protokol kesehatan yang akan diterapkan saat Gunung Bromo dibuka kembali.

"Sasaran sosialisasi yakni dengan sopir jeep misalnya, ya meliputi mengatur tempat duduknya seperti apa, kemudian persiapan mobilnya harus disterilkan dahulu. Juga termasuk suhu tubuhnya seperti apa, inilah yang harus dipersiapkan," jelas John.

John menghimbau kepada para wisatawan agar mengubah kebiasaan berwisata di kawasan  Gunung Bromo.

"Wajib patuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, lalu cuci tangan yang akan kita persiapkan tempatnya. Rentang waktunya satu bulan ini masih kita siapkan fasilitas, sosialisasi dan simulasi," tutupnya

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved