Butuh Uang Persalinan Istrinya, Pria Surabaya ini Nekat Edarkan Sabu, Endingnya Digiring ke Bui
Berdalih demi kebutuhan persalinan istrinya yang hamil 8 bulan, seorang pria nekat menjual serbuk haram sabu.
Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Berdalih demi kebutuhan persalinan istrinya yang hamil 8 bulan, seorang pria nekat menjual serbuk haram sabu-sabu.
Pria bernama Eka Junaedi Santoso (33) warga Bojonegoro yang kos di jalan Kalianak Barat Surabaya ini dibekuk di rumah kosnya oleh Tim Anti Bandit Polsek Sukolilo, Senin (1/6/2020).
Di kamar kos tersangka, polisi menemukan lima bua plastik klip berisi sabu dengan berat masing-masing, 0,25 gram, 0,19 gram, 0, 18 gram, 0,18 gram dan 0,14 gram.
• 5 Momen Lucu Gordon Ramsay Belajar Masak Rendang di Sumatra Barat, Ngulek Bumbu hingga Bikanya Gagal
Kapolsek Sukolilo, AKP Subiyantana menyebut, tersangka ditangkap setelah polisi mendapat informasi transaksi sabu yang kerap dilakukan olehnya.
"Berdasarkan itu, tim bergerak dan lakukan penggerebekan di rumah kos tersangka. Hasilnya kami dapati lima poket sabu," kata Subiyantana, Sabtu (4/7/2020).
Selain sabu, polisi juga menemuka seperangkat alat hisap dan tiga botol yang digunakan tersangka untuk mengkonsumsi serbuk haram sabu itu.
• VIRAL Kisah Pasangan Awalnya Dikira Sejenis, Semua Terbantah saat Nikah, Si Cewek Disoroti: Pangling
• Ashanty Bangga Single Aurel Trending YouTube, Bocorkan Peran Besar Anang Hermansyah: Diomelin Terus
"Ada seperangkat alat hisap sabu, plastik klip kecil kosong dan sedotan serta pupet kaca," tambahnya.
Hasil interogasi, Eka mengaku sudah tiga bulan terakhir mengedarkan sabu tersebut.
Ia membeli dari seseorang yang kini masih dalam kejaran polisi.
• UPDATE CORONA di Indonesia Sabtu 4 Juli 2020, Kasus Baru Tambah 1.447 Orang, Total 62.142 Pasien
Setiap membeli, ia disuplai 1 gram per 3 hari sekali.
"Belinya 1 juta,itu saya pecah lima sampai tujuh. Hasilnya bisa untung 500 sampai 700 ribu," aku tersangka.
Awalnya, Eka merupakan pengguna berat sabu. Namun saat mendekati persalinan istrinya, ia beralih menjadi pengedar.
"Baru tiga bulan ini jalan. Uangnya buat istri saya rencananya," tandasnya.
Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Arie Noer Rachmawati