Breaking News:

Resmi Hari Ini, TPS Tanjung Perak Surabaya Berlakukan Layanan Satu Pintu Pabean-Karantina

sistem Single Submission (SSm) atau Pelayanan Satu Pintu Pabean - Karantina sukses diterapkan di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Surabaya.

TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
(dua dari kiri) Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi saat melakukan pemeriksaan dokumen kepabeanan secara bersama atau Joint Inspection. Selasa (7/7/2020) di TPS Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah dilakukan uji coba sistem Single Submission (SSm) atau Pelayanan Satu Pintu Pabean - Karantina beberapa waktu yang lalu, kini telah sukses diterapkan di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) - Tanjung Perak, Surabaya.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi.

"Hari ini SSm resmi diterapkan di Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Tanjung Perak, Surabaya," kata Musyaffak kepada TribunJatim.com, Selasa (7/7/2020) di TPS Surabaya.

Perubahan Sikap Aurel Dikuak Anang, Berani Ngelawan dan Buat Terdiam, Ashanty: Sakit Hati Pastinya

Terkuak Perlakuan Yan Vellia ke Saputri seusai Didi Kempot Wafat, Serahkan Semua Uang: Saya Jalankan

Resmi diterapkan hari ini, dikatakannya, kehadiran SSm tenntunya akan semakin mempermudah Perusahaan Pengurus Jasa Kepabeanan (PPJK) dalam melakukan pengajuan dokumen pabean dan karantina sekaligus.

"Adanya SSm, kini mampu menjadikan importir atau Perusahaan Pengurus Jasa Kepabeanan (PPJK) cukup mengakses satu portal untuk pengajuan dokumen pabean dan karantina sekaligus," ujarnya.

Dikatakannya pula, SSm tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari Inpres No. 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional.

Mantan Sales Surabaya Gelapkan Uang Perusahaan 2,3 Miliar, Terendus dari Nota Fiktif, Gini Endingnya

Teganya Ibu Kandung Buang Bayi di Sungai Curah Arum Jember, Berbelit Lalu Drop, Polisi Dalami Motif

Ia juga mengatakan, suksesnya penerapan SSm itu sendiri terbukti hari ini bahwa pihaknya bersama dengan Bea Cukai, BKIPM Surabaya, Pelindo III serta Lembaga National Single Window (LNSW) telah sukses juga menerapkan pemeriksaan dokumen kepabeanan secara bersama atau Joint Inspection.

Dalam melakukan pemeriksaan itu sendiri, lanjutnya, dilakukan di Area Gama Ray Terminal Petikemas Surabaya (TPS) - Surabaya dan dilakukan terhadap impor wijen sebanyak 18.5 Ton dari India.

Musyaffak juga menambahkan bahwa inovasi pemeriksaan bersama ini dapat memangkas waktu dan biaya pengeluaran kontainer.

“Dengan pemeriksaan bersama, memudahkan importir mengurus perijinan dan mengurangi biaya penanganan peti kemas, sebab peti kemas akan langsung diperiksa oleh karantina dan bea cukai pada lokasi dan waktu yang bersamaan,” jelas Musyaffak.

Penulis: Fikri Firmansyah

Editor: Heftys Suud

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved