Berita Persebaya Surabaya

Ada Gerakan Bonek Wani Lawan Covid-19, IDI Yakin Persebaya dan Bonek Bisa Bantu Tangani Corona

Dukungan pada gerakan Bonek Wani Lawan Covid-19 makin luas. IDI Surabaya mengundang Presiden klub Persebaya, Azrul Ananda mendiskusikan gerakan itu.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Sudarma Adi
Foto Persebaya
Presiden klub Persebaya Azrul Ananda saat berfoto bersama dengan IDI Surabaya di kantor IDI Surabaya 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dukungan pada gerakan Bonek Wani Lawan Covid-19 semakin luas.

Pagi tadi, Jumat (10/7/2020), IDI Surabaya mengundang Presiden klub Persebaya, Azrul Ananda untuk mendiskusikan gerakan tersebut.

IDI menyampaikan pikahnya akan mendukung dan yakin gerakan Persebaya Surabaya dan Bonek memiliki dampak signifikan dalam penanganan Covid-19.

Kompetisi Liga 1 2020 akan Bergulir 1 Oktober, Pelatih Persebaya Masih Tunggu Arahan Manajemen

Pelatih Kiper Persebaya Surabaya Khawatirkan Kondisi Ernando Ari Jelang Piala Asia U-19 2020

Benny Van Breukelen Bocorkan Materi Latihan 3 Kiper Persebaya di Rumah: Lebih Efektif Ada Teman

”Porsi penanganan Covid-19 sebenarnya hanya 25 persen yang ditangani dokter seperti kami. Lainnya, 75 persen pra hospital. Ini peran masyarakat termasuk Bonek untuk melakukan pencegahan,” kata Ketua IDI Surabaya dr. Brahmana Askandar SpOG dikutip dari laman resmi Persebaya.

Karena itu, mendengar ada gerakan Bonek Wani Lawan Covid-19, Dokter Brahmana sangat mendukung.

”Kami siap mendukung gerakan ini, pertemuan dengan mas Azrul ini adalah awal dari kerja sama kami dengan Persebaya,” tuturnya.

Apalagi, ditambahkan Dokter Brahmana, tingkat kematian di Surabaya paling tinggi di Indonesia.

Itu terjadi karena tingkat penularan masih sangat tinggi. Sementara sistem kesehatan sudah ngos-ngosan untuk menghadapi pandemi.

Salah satu indikasinya adalah, tak sedikit dokter dan tenaga kesehatan yang gugur dalam menjalankan tugas akibat juga terpapar virus Corona.

”Jujur, para dokter yang bertugas merawat pasien Covid-19 saat ini sebenarnya sudah kelelahan,” kata dr Brahmana.

"Ibarat pertandingan sepak bola, ini sudah masuk babak perpanjangan waktu, namun belum juga diketahui kapan pertandingan akan selesai,” lanjutnya.

Sementara itu, Azrul menyambut positif dukungan IDI Surabaya. Ia menilai IDI dan para dokter adalah pihak yang paling mengerti bagaimana kondisi di lapangan.

”Yang paling dipercaya untuk memberikan pemahaman ke publik termasuk Bonek adalah IDI,” ucap Azrul.

Azrul tidak menampik bahwa, banyak masyarakat yang kurang mengerti bagaimana cara pencegahan dan tahapan penularan Covid-19.

Dengan adanya IDI, semua pertanyaan itu bisa dijawab dengan gamblang dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved