Breaking News:

Australia Terapkan Aturan Baru Impor, Ekspor Sarang Burung Walet di Jatim Tetap Sukses Tembus

Kementan melalui Karantina Pertanian Surabaya merespon cepat persyaratan teknis baru diberlakukan pemerintah Australia, terhadap sarang burung walet.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
meski Australia telah menetapkan aturan baru kebijakan impor, namun dengan selalu melakukan pengawalan dan sosialisasi kepada Eksportir Sarang Burung Walet dari Jatim, hasilnya pun dikatakan Kementan, Ekspor SBW Jatim telah sukses kembali tembus negeri kangguru tersebut. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Surabaya merespon cepat persyaratan teknis baru diberlakukan pemerintah Australia, terhadap Sarang Burung Walet (SBW) yang diijinkan masuk ke negaranya.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi.

Peringati Bulan Bhakti, Warga Tempurejo Kediri Gotong Royong Bersihkan Walet di Sumber Banteng

Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Melepas Ekspor Sarang Burung Walet

"Mengacu pada import permit yang diterbitkan oleh Biosecurity Australia, yang dimana terkait adanya tiga aturan baru kebijakan impor mereka, khususnya tentang SBW dari Indonesia yakni pertama, tidak mengandung bovine, ovine, caprine material, kedua, telah melalui perlakuan pemanasan steril komersial pada suhu 100 derajat celcius dan F0 mencapai 2,8 dan ketiga adalah menggunakan kemasan kedap udara (hermetically sealed).

Maka kami pun meresponnya dengan telah mematuhinya dan tentunya selalu siap mengawal para eksportir khususnya di Jatim sampai sukses melakukan ekspor SBW ke Australia," jelas Musyaffak saat dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (18/7/2020).

Dikatakannya, aturan terkait yang mengacu pada import permit yang diterbitkan oleh Biosecurity Australia itu sendiri diterima pihaknya melalui Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani pada awal Juni lalu dan kemudian pun segera cepat pihaknya tindak lanjuti.

"Aturan ini kami terima melalui Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani pada awal Juni lalu, kemudian langsung segera kami tindak lanjuti," kata dia.

Menurut Musyaffak, adanya aturan baru itu sendiri juga sempat memberhentikan laju ekspor SBW dari Jatim ke Austalia.

Untuk itu, pihaknya langsung bergerak cepat dengan telah memberikan sosialisasi berupa pengawalan dan bimbingan terhadap pemenuhan persyaratan teknis.

Jadi, lanjutnya, saat pemberian pengawalan dan bimbingan terhadap sosialisasi persyaratan baru dari pemerintah Australia ke para eksportir di Jatim khususnya SBW yang diberikan ialah tentang verifikasi alat pemanas dan dukungan laboratorium untuk pemeriksaan material bovine, ovine, caprine juga selalu disiapkan.

"Dan dengan telah melakukan sosialisasi itu, alhamdulilah, upaya kami telah membuahkan hasil, bukti nyatanya adalah setelah sempat terhenti hampir satu bulan, kini atau tepatnya kemarin Jumat (17/7/2020), SBW Jatim kembali dapat menembus pasar Australia," ujar Mussyafak.

Ia juga mengatakan, ekspor perdana SBW pasca aturan baru itu sendiri merupakan milik SBW dari UD CMU dengan punya bobot seberat 125 Kg dan punya nilai ekonomi sebesar Rp. 1,75 milyar, serta tentunya juga telah dipastikan memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari oleh Sulistyowati yaitu dokter hewan karantina yang bertugas.

Dan saat melalui proses persyaratan sanitari dan fitosanitari itu, masih kata Musyaffak, titik kritisnya adalah persyaratan pemanasan oleh alat pemanas yang sudah divalidasi dan diverifikasi.

Selain itu juga hasil laboratorium yang menyatakan bebas material bovine, ovine, caprine dan menggunakan wadah kedap udara (hermetically sealed).

Ia juga menyampaikan, kabar bagusnya berdasarkan informasi yang diperoleh dari eksportir UD CMU, komoditas SBW sendiri telah lolos dan diterima oleh pihak berwenang dinegara tujuan.

"Kondisi itu berarti menjadi sebuah signal baik bagi keberlanjutan ekspor SBW ke Australia kedepannya, semoga kembali berjaya lah," tambahnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved