Breaking News:

Sosok Lestari Parlan, Bekerja Sesuai Passion Memang Menggembirakan

Bekerja sesuai passion membuat pekerjaan terasa menyenangkan. Setidaknya ini yang dirasakan Lestari Parlan, marcomm Regantris Hotel Surabaya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Taufiqur Rohman
TRIBUNJATIM.COM/HABIBUR ROHMAN
Potret Letari Parlan atau yang lebih akrab disapa Tari, marketing communication Regantris Hotel Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Christine Ayu Nurchayanti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bekerja sesuai passion membuat pekerjaan terasa menggembirakan.

Setidaknya ini yang dirasakan Lestari Parlan, marketing communication Regantris Hotel Surabaya.

"Pertama kali handle marcomm tahun 2014. Tapi masih in charge. Berawal dari situ akhirnya merasa kalau bidang ini merupakan passion saya," ungkap Tari, sapaan akrabnya.

Menjadi marcomm, ia banyak membuat konten, event, serta memunculkan ide-ide baru yang out of the box.

UPDATE CORONA di Blitar Sabtu 18 Juli, Positif Covid-19 Tambah 7 Orang, 6 Pasien Klaster Jalan Waru

Angka Kesembuhan Pasien Corona Jatim Tertinggi di Indonesia, Capai 555 Orang, Khofifah: Kerja Keras

Selain itu juga membuatnya bertemu banyak orang dan menjalin relasi.

"Karena udah tahu passion-nya di sini, jadi beberapa kali pindah hotel tapi ngejarnya tetap di marcomm," ungkapnya.

Menurutnya, hasil kerja seorang marketing communication memang tidak langsung terlihat.

Panduan Menyembelih Hewan Kurban Saat Idul Adha 2020 di Tengah Pandemi Resmi dari MUI

Fasilitasi Pelajar Kurang Mampu, Pemkot Surabaya Bakal Siapkan Balai RW untuk Tempat Belajar Daring

Melainkan butuh jangka waktu yang lama.

Tapi ia tetap enjoy menjalani kesibukannya itu.

UPDATE CORONA di Dunia Sabtu 18 Juli 2020, Kasus Global Capai 14 Juta Lebih, Indonesia Lampaui China

Mobil Bahagia Polrestabes Surabaya Keliling, Sasar Warga Patuh Protokol Kesehatan dan Beri Hadiah

"Kami, para marcomm, melihat target market perusahan. Misalnya menarget milenial, nah dari situ kita harus tahu kebutuhannya apa. Kemudian mengolah konten dari level needs jadi wants. Dari situ terus branding sampai sense-nya dapat," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved