Breaking News:

Penduduk Miskin di Jatim Bertambah, Capai 4.419,10 Ribu Jiwa, BPS Bongkar 2 Faktor Penyebab

Badan Pusat Statistik Jawa Timur mencatat total penduduk miskin di Jawa Timur mencapai 4.419,10 ribu jiwa.

TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan membeberkan jumlah penduduk miskin di Jawa Timur selama triwulan-I/2020, Senin (20/7/2020) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Pusat Statistik Jawa Timur mencatat total penduduk miskin di Jawa Timur mencapai 4.419,10 ribu jiwa (11,09 persen) pada akhir triwulan-I/2020.

Jumlah tersebut dinilai bertambah 363,1 ribu jiwa dibandingkan September 2019 yakni 4.056,00 ribu jiwa (10,20 persen).

"Total jumlah penduduk miskin di Jawa Timur pada Maret 2020 telah mencapai 4.419,10 ribu jiwa atau bertambah sebesar 363,1 ribu jiwa jika dibandingkan dengan kondisi September 2019," kata Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur, Dadang Hardiwan kepada TribunJatim.com di Surabaya, Senin (20/7/2020).

VIRAL TERPOPULER: Tragedi Liar Pengantin Baru seusai Malam Pernikahan hingga Kakek Nikahi Perawan

Ia menerangkan, dari total penduduk miskin di Jawa Timur itu disumbang dari persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2019 sebesar 6,77 persen naik menjadi 7,89 persen pada Maret 2020.

Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2019 sebesar 14,16 persen naik menjadi 14,77 persen pada Maret 2020.

"Jadi selama periode September 2019-Maret 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 244,0 ribu jiwa (dari 1.438,15 ribu jiwa pada September 2019 menjadi 1.682,14 ribu jiwa pada Maret 2020)," ujarnya.

Mata Pengantin Baru Bengkak seusai Malam Pernikahan, Tragedi Liar Terungkap, Bulan Madu Ikut Kacau

Saat Hotman Berani Goda Istri Jenderal TNI, KSAD Andika Geli, Hotman: Gua Gini Banyak Cewek Mau

Sedangkan, lanjut Dadang, di daerah perdesaan naik sebanyak 119,1 ribu jiwa (dari 2.617,85 ribu jiwa pada September 2019 menjadi 2.736,97 ribu jiwa pada Maret 2020).

Dadang menjelaskan, faktor penyebab naiknya persentase penduduk miskin di Jawa Timur selama periode September 2019-Maret 2020 dikarena peran inflasi umum yang tercatat sebesar 1,36 persen.

Serta beberapa komoditi makanan yang mengalami perubahan indeks harga konsumen (IHK).

Nasib Kepastian Siswa SMK di Malang Kapan Boleh Praktik Lagi, Sekolah Tunggu Info Satgas Covid-19

"Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan," jelasnya.

Ia menambahkan, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2020 tercatat sebesar 74,97 persen, sedikit meningkat dibandingkan dengan kondisi September 2019 yaitu sebesar 74,91 persen.

"Adapun berdasarkan komoditas makanan, beberapa komoditas yang secara persentase memberikan kontribusi yang cukup besar pada garis kemiskinan makanan baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan yaitu beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, gula pasir, daging ayam ras, tempe, tahu, mie instan, kopi, dan bawang merah," tutupnya.

Istri Ngamuk Tampar Suami yang Joget Bareng Wanita Nakal, Naik ke Panggung, Pentas Berujung Ricuh

Penulis: Fikri Firmansyah

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved