Ecoton : Satu Juta Pampers Setiap Hari Dibuang di Sungai Brantas
Setiap hari sekitar satu juta pampers atau popok plastik dibuang masyarakat yang berakhir di aliran Sungai Brantas
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Setiap hari sekitar satu juta pampers atau popok plastik dibuang masyarakat yang berakhir di aliran Sungai Brantas. Jumlah pampes yang dibuang ini mulai dari wilayah Malang sampai Surabaya.
Salah satu titik penelitian yang dilakukan Ecoton mendata jumlah pampers yang dibuang di Sungai Kresek Kota Kediri, Selasa (21/7/2020).
Sungai Kresek berhulu di lereng Gunung Wilis dan berakhir di Sungai Brantas wilayah Kelurahan Mrican, Kota Kediri. Sungai Kresek saat musim kemarau debit airnya kecil sehingga sampah banyak yang tersangkut di pinggiran sungai.
Dari muara Sungai Kresek aktivis Ecoton menemukan satu karung pampers baik yang sudah lama dibuang dan masih baru dibuang. Mayoritas pampers yang ditemukan masih dikemas dalam tas kresek oleh pembuangan.
Selain berburu pampers, aktivis lingkungan ini juga mendata setiap merk pampers yang ditemukan. Semua temuan akan dianalisis pola konsumsinya.
"Pampers ini merupakan sampah residu yang harus ada perlakuan khusus untuk mengolahnya. Kalau terbuang di lingkungan salah satu dampaknya mengakibatkan pencemaran mikroplastik," ungkap Andreas Agus Kristanto Nugroho dari Peneliti Ecoton saat berburu pampers di Sungai Kresek Kota Kediri.
• Cafe dan Resto Hebat, Tempat Nongkrong Asik di Pamekasan, Bayar Rp 15 Ribu Makan Sepuasnya
• Viral Aksi Drifting & Balap Liar Mobil di Blitar, Pengemudi Pelajar SMA Diciduk Polisi, Lihat Ending
• Tren Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sidoarjo Tertinggi di Jawa Timur
Dijelaskan, pampers menjadi salah satu produk yang harus diupayakan dikurangi pola konsumsinya. Karena potensinya dalam pencemaran air sangat besar.
Data penelitian yang dilakukan dari penduduk yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas berdasarkan data BPS setiap hari rata-rata satu balita memakai 4 sampai 9 pampers.
"Sehingga dalam sehari ada sekitar satu juta pampers yang akan lepas ke perairan. Hitungan kita per hari ketemu sekitar satu juta pampers," katanaya kepada TribunJatim.com.
Saat ini Ecoton juga terus melakukan brand audit pampers yang dibuang ke perairan. "Berapa banyak pampers yang dibuang ke perairan plus produksinya siapa," jelasnya kepada TribunJatim.com.
Karena daur ulang dari produk pampers menjadi tanggung jawab pihak perusahaan yang memproduksi.
"Perusahaan selain mampu membuat produk juga harus mampu mengolah akhirnya," tambahnya.
Andreas juga mengungkapkan, sudah waktunya dilakukan edukasi terkait pemakaian popok plastik yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dengan pemakaian popok yang lebih ramah lingkungan.
"Perusahaan yang memproduksi pampers wajib menyedihkan tempat-tempat khusus untuk pembuangan. Karena pampers merupakan residu yang harus dikelola secara khusus," jelasnya.
Pegiat Ecoton juga tengah melakukan pendekatan dan bekerja sama dengan bidan untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil terkait pemakaian popok yang ramah lingkungan.
"Dari penelitian kami pemakaian pampers dari nol tahun sampai 4 tahun uangnya sudah bisa membeli sepeda motor baru," tambahnya.(dim/Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-kediri-aktivis-ecoton-mengumpulkans-ampah-pemapers-di-sungai.jpg)