1114 Mahasiswa Universitas Islam Lamongan Laksanakan KKN dengan Cara yang Beda
Covid-19 membuat Universitas Islam Lamongan (Unisla) memutuskan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Dari Rumah (DR).
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Pada saat pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat Universitas Islam Lamongan (Unisla) memutuskan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Dari Rumah (DR).
Ini baru kali pertama dipraktikkan Unisla lantaran adanya wabah Corona yang hingga kini masih menyebar dan semakin meluas.
Prosesi pelepasan sebanyak 1.114 mahasiswa peserta KKN telah dilakukan secara simbolis oleh Rektor Unisla, Bambang Eko Muljono, di halaman Kampus, Jalan Veteran, Lamongan (27/7/2020).
"KKN 1114 mahasiswa ini dilakukan dari rumah masing-masing, " katanya.
Praktiknya tentu tidak seperti KKN tahun - tahun lalu yang ditempatkan di beberapa desa di 2 sampai 3 kecamatan.
Namun kali ini para mahasiswa peserta KKN ditempatkan di desa/kelurahan, kecamatan masing-masing tempat tinggal mereka.
Bambang menjelaskan, ada tiga program utama yang diemban dan harus dilaksanakan oleh mahasiswa selama melaksanakan KKN DR.
• Hidup Pilot Dulu Digaji Rp 2 Juta/Hari Kini Rp 240 Ribu/Hari, Pekerjaan Barunya Viral: 2020 Lelah!
• BREAKING NEWS: Kebun Binatang Surabaya Kembali Dibuka, Tiket Dijual Online, Rute Berlaku 1 Jalur
• Disetubuhi Sang Kakak Sejak 5 SD, Gadis Surabaya Melahirkan Awal Juli Ini: Usianya Masih 13 Tahun
Pertama adalah membantu pemerintah dalam melaksanakan upaya memutus penyebaran Covid-19. Itu harus benar - benar dilakukan mahasiswa.
"Jadi melalui desa/kelurahan, kecamatan masing-masing, mahasiswa membantu melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan Covid-19," katanya kepada TribunJatim.com.
Selain membantu memutus penyebaran Covid-19, mahasiswa juga melakukan identifikasi berbagai potensi yang ada di masing-masing desa yang bisa dikembangkan untuk membantu dan meringankan masyarakat setempat.
"Dari potensi-potenai itu nanti dipilih beberapa desa di setiap kecamatan, kemudian akan dijadikan satu ke dalam sebuah buku dan akan kita terbitkan," kata Bambang kepada TribunJatim.com.
Ia berharap, dengan diterbitkannya buku tersebut, berbagai potensi desa yang ada di Kabupaten Lamongan dapat diketahui oleh masyarakat luas serta dapat dijadikan bahan untuk pengembangan desa.
Sehingga keberadaan mahasiswa mempunyai nilai lebih di tengah - tengah masyarakat.
Dan bukunya akan kditerbitkan dalam bentuk hard copy maupun soft copy. Hard copy-nya untuk perpustakaan sehingga seluruh masyarakat Lamongan, seluruh masyarakat Jatim dan seluruh masyarakat Indonesia bisa melihat di perpustakaan.
"Selain itu, kita juga terbitkan dalam e-book," katanya.
Selain dituangkan ke dalam sebuah buku, potensi-potensi yang orisinil juga akan dipatenkan melalui pengajuan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI).
Kemudian yang ketiga, dari potensi-potentsi yang ada di desa itu, kemungkinan ada hal-hal yang bisa ajukan ke HaKI.