Breaking News:

Wisata Religi Sunan Bonang Terapkan Aturan Bagi Pengunjung, Tak Semua Bisa Masuk Inbox x

Wisata religi makam Sunan Bonang di Kabupoaten Tuban, Jawa Timur dibuka kembali, setelah sekitar empat bulan ditutup saat masa pandemi virus Corona

Penulis: M Sudarsono | Editor: Yoni Iskandar
M Sudarsono/Surya
Suasana makam Sunan Bonang Tuban saat memasuki adaptasi kebiasaan baru (AKB). Tampak Bupati Tuban, Fathul Huda bersama rombongan turut mengecek sejumlah persiapan, Senin (27/7/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Wisata religi makam Sunan Bonang di Kabupoaten Tuban, Jawa Timur mulai buka kembali, setelah sekitar empat bulan ditutup saat masa pandemi virus Corona atau Covid-19.

Dibukanya wisata religi makam Sunan Bonang secara resmi oleh Bupati Tuban, Fathul Huda, menandakan dibolehkannya kembali masyarakat untuk berziarah.

Namun meski begitu tetap ada aturan yang harus ditaati, guna mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

"Sudah dibuka untuk wisata Sunan Bonang, begitupun wisata religi lainnya," kata Bupati Fathul Huda usai pemotongan pita tanda resmi pembukaan makam Sunan Bonang, Senin (27/7/2020).

Dia menjelaskan, untuk peziarah yang masuk area makam dilakukan pembatasan karena untuk menghindari penumpukan orang di masa pandemi.

Jadi peziarah yang masuk di komplek makam Sunan Bonang diatur sedemikian, harus ditata tempat duduknya, termasuk menerapkan protokol kesehatan masker dan lain-lain.

"Kata pengurus maksimal yang ziarah di dalam 60 orang, jadi harus gantian ada yang nunggu di luar," terang Bupati dua periode tersebut.

Sementara itu, Kordinator Keamanan Yayasan Mabarrot Sunan Bonang, Ikhwan Hadi menyatakan, saat masa pandemi ini pengunjung atau peziarah hanya dibatasi 60 orang.

Rinciannya, dari sisi utara 15 orang, selatan 15 orang, timur 15 orang dan barat juga 15 orang.

Juventus Scudetto, Cristiano Ronaldo Kian Jauh dari Gelar Top Skor

Bawa Man United Finis 3 Besar dan Lolos Liga Champions, Solskjaer Beri Sinyal Belanja Pemain

100 Sektor Wisata dan 479 Desa Wisata Sudah Buka, Wagub Jatim: Penting Punya Satgas Covid-19

Penerapan kapasitas bagi pengunjung tersebut memperhatikan jarak peziarah satu dengan yang lainnya. Jika pada hari biasa, pihak yayasan tidak mengatur sedemikian.

"Jika di dalam area makam sudah ada 60 peziarah, maka peziarah lainnya yang sudah datang harus menunggu di luar. Jadi gantian," pungkas Fathul Huda kepada TribunJatim.com.

Sekadar diketahui, dibukanya kembali sektor wisata dan kesenian dilakukan setelah Bupati Tuban mengeluarkan surat edaran tertanggal 20 Juli 2020 perihal adaptasi kebiasaan baru (AKB).(nok/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved