Kunjungi Pasar Wisata Bring Raharjo Batu, Dewan Pastikan Anggaran Desa Wisata Masuk Raperda
Komisi B DPRD Jawa Timur serius menyiapkan Rancangan Perda Desa Wisata. Komisi B lantas berkunjung ke Pasar Wisata Bring Raharjo, Kecamatan Junrejo,
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Komisi B DPRD Jawa Timur serius menyiapkan Rancangan peraturan daerah (Perda) Desa Wisata. Komisi B lantas berkunjung ke Pasar Wisata Bring Raharjo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Rabu (29/7/2020).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B, Aliyadi Mustofa. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Ketua Komisi B, Habib Mahdi dan sejumlah anggota komisi lainnya.
Pasar Wisata Bring Rahardjo yang dibuka sejak Desember 2019 lalu berlokasi di Dusun Jedhing, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Pasar Wisata ini terletak di RW 7.
Awalnya, kawasan ini merupakan tempat pembuangan sampah. Namun, lantas disulap menjadi "lumbung" ekonomi warga.
Kunjungan Komisi B pun diterima langsung oleh Ketua RW 7, Sumakri. Di hadapan rombongan ia menjelaskan asal mula pasar tersebut. "Pasar ini hanya buka tiap Minggu," katanya.
Awalnya, niat masyarakat membuka pasar tersebut karena kekhawatiran terhadap sumber mata air yang menipis akibat penggundulan hutan. Pasar yang berada di bawah pohon bambu tersebut, diharapkan dapat menjaga kelestarian hutan.
Terdapat sumber air yang disakralkan warga. Tak jauh dari sumber air tersebut, ada 30 warung di dalam Pasar Wisata Bring Rahardjo.
• Dokter di Blitar Meninggal Diduga Covid-19, Gugus Tugas Telusuri Pasien yang Berobat di Kliniknya
• Hasil Swab Test Ibu Hamil di Surabaya: 11 Positif Covid-19, Diisolasi Khusus di Asrama Haji Sukolilo
• Viral Aksi Emak-emak Lawan 2 Begal yang Mau Jambret Tasnya, sampai Gulat dan Berhasil Rebut Celurit
Pada saat kunjungan tersebut, para pedagang terlihat memamerkan berbagai makanan khas daerah setempat hingga berbagai makanan populer. Mulai dari gado-gado, lontong campur, es cendol, hingga mie ayam.
Di kawasan ini juga ada pemeran lukisan yang dibuat oleh seniman setempat. Sejumlah gambar tokoh politik nasional hingga kaligrafi dan alam dipamerkan.
Semua pedagang mengenakan masker. Sebelum masuk area pasar, para pengunjung juga diwajibkan untuk tes suhu badan dan mencuci tangan.
Mereka juga berdiskusi di tengah pasar dengan duduk di atas bangku berbahan bambu. Udara sejuk khas Batu semakin membuat nyaman.
Diskusi berjalan gayeng dengan diiringi iringan musik gamelan. Sempat tari remo juga mengawal kedatangan Komisi B DPRD Jatim.
Ketua Komisi B DPRD Jatim, Aliyadi Mustofa menyebut dalam kunjungan ini ia menerima sejumlah masukan. Di antaranya, harapan penambahan bantuan fasilitas oleh pemerintah.
"Banyak sekali aspirasi yang kami dengar. Ini perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah kabupaten dan provinsi," kata Aliyadi ditemui usai acara kepada TribunJatim.com.
Pihaknya yang kini tengah menyiapkan rancangan Perda Desa Wisata pun akan memasukkan aspirasi tersebut. Secara khusus, pihaknya akan mewajibkan pemerintah untuk ikut membantu menyediakan bantuan modal desa wisata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-batu-dpord-jatim-kunjungi-jatim-park-di-kota-batu.jpg)