Breaking News:

Virus Corona di Mojokerto

Tarif Bus di Terminal Kertajaya Mojokerto Naik, Pengurangan Jumlah Penumpang Jadi Sebab

Selama pandemi Covid-19 atau virus Corona, terjadi kenaikan tarif bus di Terminal Kertajaya Mojokerto. Hal itu karena pembatasan jumlah penumpang.

TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
ILUSTRASI - Jumlah bus yang datang dan berangkat di Terminal Kertajaya Mojokerto mengalami penurunan sebanyak 196. Diperkirakan puncak arus balik di Terminal Kertajaya Mojokerto terjadi pada Sabtu (8/6/2019) malam. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Sejumlah angkutan umum di Terminal Kertajaya Mojokerto menerapkan tarif batas atas selama pandemi Covid-19 atau virus Corona.

Penerapan tarif batas atas tersebut tak ayal menyebabkan tarif normal angkutan umum mengalami kenaikan.

Kenaikan tarif normal angkutan umum itu mulai dari angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang disebabkan dampak pandemi Covid-19 berkepanjangan.

Kasi Pengendalian dan Operasional UPT LLAJ Mojokerto Dishub Provinsi Jatim, Yoyok Kristyowahono menjelaskan, memang ada kenaikan tarif angkutan umum namun masih wajar, yaitu diambang batas tarif batas atas.

"Mengapa ada kenaikan tarif angkutan umum karena berkaitan dengan pengurangan jumlah penumpang yang diperbolehkan pada kendaraan angkutan umum," ujarnya kepada TribunJatim.com, Sabtu (1/8/2020).

Ia mengatakan, pengurangan jumlah penumpang yang diperbolehkan untuk angkutan umum bus sekitar 70 persen dari maksimal daya angkut.

Sembelih 34 Hewan Kurban, Polisi Mojokerto Bagikan Daging secara Door to Door untuk Masyarakat

Petugas Temukan Penyakit Cacing Hati pada Hewan Kurban Sapi di Pacet Mojokerto, Amankah?

Sebenarnya, batas maksimal 50 persen, namun karena banyak operator angkutan umum merasa keberatan sehingga disepakati paling banyak 70 persen mengangkut penumpang.

"Pembatasan penumpang karena physical distancing sehingga daya tampung bus angkutan umum kini sekitar 25 orang, itulah yang memicu kenaikan tarif angkutan umum dari operator untuk menutupi biaya operasional," ungkapnya.

Menurut dia, bus angkutan umum ekonomi dari Surabaya-Mojokerto tarif normal senilai Rp 6.000 kini tarif batas atas sekitar Rp 8.000.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved