Breaking News:

Berkah New Normal, Okupansi Penumpang Bandara Juanda Mulai Meningkat, Protokol Kesehatan Diperketat

Okupansi penumpang kebandarudaraan di Bandara Juanda mulai nampak berangsur-angsur meningkat meski kondisinya tidak sebanyak seperti biasanya.

TRIBUNJATIM.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
para penumpang domestik saat tiba di Bandara Juanda, Terminal 1. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kondisi okupansi penumpang kebandarudaraan di Bandara Juanda mulai nampak berangsur-angsur meningkat meski kondisinya tidak sebanyak seperti sebelum adanya masa virus Corona di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh General Manager Bandara Internasional Juanda Surabaya, Kol. (P), Heru Prasetyo.

Waduh, 3 Zodiak yang Diprediksi Kurang Beruntung di Bulan Agustus 2020: Taurus, Virgo, Capricorn

"Secara akumulatif hingga tanggal 30 Juli, kami telah melayani sejumlah 319.609 penumpang domestik," kata Heru saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Minggu (2/8/2020).

Ia menambahkan, data okupansi tersebut jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni 1,2 juta penumpang.

"Memang terjadi penurunan jumlah penumpang sebesar 75% yang diakibatkan masih belum pulihnya dunia penerbangan karena dampak pandemi. Namun, seiring waktu berjalan jumlah penumpang harian di Bandara Juanda terus tumbuh, saat ini di kisaran 10 hingga 11 ribu penumpang per harinya," jelasnya.

Lebih dari Satu Bulan, Proyek Underpass di Jalan Wahidin Sudirohusodo Gresik Tak Kunjung Dikerjakan

Ramalan Zodiak Besok Senin, 3 Agustus 2020: Kondisi Keuangan Leo Membaik, Aquarius Stres Sendiri

Menyikapi pertumbuhan penumpang yang semakin membaik itu, Heru menyatakan beberapa upaya yang telah dijalankan sebagai kesiapan tim manajemen Bandara Juanda.

“Sejak awal kami taat dan patuh atas peraturan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat maupun Daerah melalui penambahan beberapa sarana dan fasilitas kebandarudaraan di era adaptasi kebiasaan baru, diantaranya pemeriksaan suhu tubuh penumpang dan petugas bandara, penyediaan cairan pembersih tangan, pengaturan pembatasan tempat duduk di ruang tunggu, pemasangan tanda batas untuk physical distancing dan lain sebagainya,” ungkapnya.

154 Destinasi Wisata Jatim Sudah Dibuka, Gunung Bromo Masih Tunggu Kesepakatan Empat Bupati

RGS Yakin Beri Dukungan ke Pasangan QA untuk Pilkada Gresik, Pengalaman Qosim Jadi Pertimbangan

Dirinya melanjutkan, para petugas bandara pun telah siap dengan aturan-aturan pada tatanan kebiasaan baru ini, diantaranya wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) serta tugas baru untuk inspeksi penerapan physical distancing di titik-titik rawan seperti ruang tunggu dan area kedatangan.

Sementara itu, disinggung terkait penumpang internasional, Heru menjelaskan bahwa pelayanan untuk penumpang internasional tetap berjalan.

New Normal, Kuliner Rujak Soto dan Rujak Gobet di Banyuwangi Laris Dikunjungi Wisatawan Domestik

Hawa Nafsu Ayah Renggut Kesucian 2 Anak Gadis Sendiri, Bergantian, Dibujuk Pakai Uang Rp 50 Rbu

Namun penerbangan internasional yang ada masih sebatas pelayanan penerbangan repatriasi mengingat Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia belum dicabut.

"Beberapa maskapai yang melayani penerbangan repatriasi diwilayah kami adalah Air Asia, Tiger Scoot dan Garuda Indonesia untuk rute penerbangan Kuala Lumpur dan Singapura," tutupnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved