Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Gubernur Khofifah Sebut Pembukaan Wisata Gunung Bromo Sedang Diajukan ke Kemenparekraf

Gubernur Jawa Timur mengatakan, destinasi wisata unggulan Gunung Bromo akan segera dibuka. Namun saat ini masih tahap pengajuan.

TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Wisata Gunung Bromo 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, destinasi wisata unggulan Gunung Bromo akan segera dibuka.

Pihaknya kini sedang mengajukan pembukaan Gunung Bromo dengan proses bottom up sesuai dengan yang disyaratkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia ( Kemenparekraf ).

Pasalnya, guna mendorong pemulihan ekonomi nasional, khususnya di Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ingin agar pendorongnya, salah satunya adalah dari sektor pariwisata.

“Sudah kami minta ke Pak Emil untuk mengkomunikasikan ke Kemenparekraf. Kami juga sudah beberapa kali melakukan rakor virtual. Namun dari Kemenparekraf minta proses pembukaan wisata Gunung Bromo tersebut didasari proses bottom up,” kata Khofifah Indar Parawansa, Senin (3/8/2020).

Proses bottom up yang dimaksud adalah harus ada pengajuan dan pernyataan kesiapan juga kesepakatan dari seluruh kepala daerah yang mengelola Gunung Bromo melalui koordinasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Empat kabupaten tersebut adalah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

154 Destinasi Wisata Jatim Sudah Dibuka, Gunung Bromo Masih Tunggu Kesepakatan Empat Bupati

Gunung Bromo Bakal Dibuka Bertahap, Dibatasi 739 Wisatawan Tiap Hari, Wisata Hanya sampai Penanjakan

Para kepala daerah bersama pemdanya harus juga memegang komitmen dalam memegang penegakan protokol kesehatan. Serta harus ada komitmen manajemen penyelenggaraan pariwisata yang aman bagi pengunjung. Misalnya ada pembatasan pengunjung dan teknis penyelenggaraan wisata yang secure dari penularan virus Corona ( Covid-19 ).

“Jadi ada permohonan dari kabupaten yang melingkari Bromo memang dengan berbagai pertimbangan sudah waktunya untuk dibuka. Maka Kabupaten.kota akan komunikasikan ke Kemenparekraf. Jadi koordinator Bromo itu ada di TNBTS. Tapi bahwa rakor virtual itu sudah berkali-kali dilakukan,” tegas Khofifah Indar Parawansa.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tri Bagus Sasmito mengatakan, alternatif dalam mekanisme pembukaan wisata Bromo bisa menggunakan sistem pendaftaran online untuk wisata Gunung Ijen yang sudah dibuka lebih dulu.

Kawah Ijen Simulasi Masa Transisi New Normal, Pengunjung Dibatasi 225 Orang hingga Dibuka Cuma 6 Jam

Wisata Belanja Tugu di Malang Kembali Buka, Terapkan Protokol Kesehatan Bagi Pedagang dan Pengunjung

Pendakian Gunung Ijen dilakukan pendafatran online dengan batasan kuota pengunjung 225 orang per hari. Sehingga setiap wisatawan yang akan mendaki tetap mendapatkan kepastian saat berangkat berwisata ke sana.

“Bromo juga bisa menggunakan sistem online. Agar misalnya ada wisatawan yang datang jauh-jauh ternyata kuota sudah habis, kan kasihan. Jadi kalau sudah daftar online, mereka akan dapat kepastian dapat kuota atau tidak,” tegas Bagus.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved