Intip Produksi 'Keripik Kendang' Siswa SMA Citra Berkat, Camilan Sehat Dendeng Daun Singkong

Siswa MIPA SMA Citra Berkat produksi Keripik Kendang, singkatan dari keripik dendeng daun singkong. Camilan sehat lezat degan bahan utama singkong.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Hefty Suud
SURYA/ZAINAL ARIF
Inovatif - Ketua tim, Birgitta Allison Kesuma memperlihatkan hasil produk cemilan keripik dendeng daun singkong "Kendang" yang diproduksi bersama timnya, Minggu (2/8/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Nyemil bagi beberapa orang jadi seseuatu yang menyenangkan. Bahkan, orang bisa lupa makan kalau sudah berhadapan dengan camilan

Namun, sejatinya camilan tak terlalu baik apabila dikonsumsi berlebihan.

Melihat peristiwa tersebut, mendorong empat orang siswa MIPA SMA Citra Berkat memproduksi cemilan yang sehat dan enak.

Mereka ialah Birgitta Allison Kesuma, Helga Carissa Putri, Stella Theonatha, dan Felicita Stephannie Siman.

Viral Video Pernikahan Hancur karena Ulah Wanita Ini, Aku Mengandung Bayi Kamu, Lihat Endingnya

Wanita Cantik Berdandan Rapi Duduk di Tengah Jalan di Kediri, Terungkap Sosoknya yang Sebenarnya

Camilan tersebut dinamai Keripik Kendang, singkatan dari keripik dendeng daun singkong.

Ketua tim, Birgitta Allison Kesuma mengatakan cemilan Keripik Kendang ini menggunakan bahan utama alami yaitu daun singkong.

"Selain daun singkong, ya ditambah bumbu rempah-rempah alami, tepung dan telur menjadikan cemilan ini bebas dari bahan pengawet, agar tetap sehat untuk dikonsumsi khalayak," kata Allison, Minggu (2/8/2020).

Buruh dan Pekerja Malam di Surabaya Gelar Demonstrasi, Ingin Adukan Nasibnya ke Wali Kota Surabaya

15.068 Pasien Covid-19 Jatim Sembuh, Gubernur Khofifah: Ini Melebihi Persentasi Kesembuhan Nasional

Dalam proses pembuatan,  pertama-tama, para siswa merebus daun singkong sampai mendidih (sekitar 15 sampai 20 menit) untuk menghilangkan racun-racun yang ada.

Setelah itu kemudian dihaluskan dan kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu yang sudah disiapkan.

Sesudah tercampur rata di kukus dan setelah dikukus, dibentuk tipis-tipis agar menyerupai keripik, dikeringkan dalam waktu  (1-2 hari) dan siap di goreng.

Namun karena cara produksinya yang masih dilakukan secara manual sehingga kapasitas produksi tidak terlalu banyak.

Tak hanya itu, dari segi promosi juga difikirkan secara matang oleh tim ini. Helga Clarissa Putri sebagai desainer produk menjelaskan untuk dapat memperkenalkan produknya kepada khalayak dibutuhkan upaya lebih.

"Saya bertugas membuat media promosinya, mendesain tampilan poster dan media sosial, serta membuat logo produk, ini penting agar produk kami terlihat lebih menarik," ujarnya.

Disisi lain, Guru Kewirausahaan, Ester Christine Huliselan, S.Pd. mengaku mendukung penuh usaha dari keempat siswanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved