Buntut Dugaan Penyelewengan Penyaluran BPNT, Polres Gresik Akan Panggil Pihak Bank
Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Bayu Febrianto Prayoga mengatakan ada beberapa pihak terkait alur BPNT yang akan dipanggil.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Pipin Tri Anjani
TRIBUNJATIM.COM , GRESIK – Polres Gresik saat ini sedang mendalami hasil pemeriksaan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik dan Koordinator Daerah (Korda) terkait yang dipanggil pekan lalu.
Rencananya dalam waktu dekat ada pihak yang akan dipanggil Satreskrim Polres Gresik.
Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Bayu Febrianto Prayoga mengatakan ada beberapa pihak terkait yang akan dipanggil buntut dari dugaan penyelewengan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Karena dari hasil pemeriksaan pada pekan lalu, alur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) cukup banyak regulasi.
Mulai dari pemerintah hingga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan non tunai sebesar Rp 200 ribu tersebut.
• Tragedi Perang Antar Besan saat Resepsi, Masalah Sepele, Bermula Makan Keluarga, Endingnya Hancur
• VIRAL Cara Terhormat Istri Balas Suami Selingkuh, Semua Harta Selamat & Diam-diam: Kebahagiaan Baru
“Saya belum tahu kapannya, mungkin pihak Bank yang akan kita panggil dahulu minggu ini,” kata Bayu, Selasa (4/8/2020).
Diketahui bank penyalur program BPNT ini adalah Bank BNI. BPNT disalurkan melalui agen BNI 46 yang ada di desa-desa.
Faktanya, penyaluran BPNT masih banyak yang terpusat di balai desa.
Jika sesuai pedoman umum Kementrian Sosial (Kemensos) dengan nominal Rp 200 ribu setiap bulan yang ditransfer ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), para penerima tinggal berbelanja sembako dengan menggesek kartu berwarna merah putih itu ke mesin EDC di agen atau e warong yang telah ditetapkan oleh BNI.
KPM seharusnya bebas berbelanja dan bebas memilih apa yang mau dibeli dengan saldo Rp 200 ribu yang hanya bisa dirupakan sembako. Misal, beras, lauk pauk, sayur bahkan buah.
• Dugaan Penyelewengan Penyaluran BPNT di Gresik Disoroti Korps Bhayangkara, Dinsos Diperiksa
Temuan di Kabupaten Gresik, semuanya dalam bentuk paketan.
Sudah ditata sedemikian rupa, sehingga keluarga yang kurang mampu itu hanya menggesek lalu menerima BPNT dalam bentuk paketan..
Setelah itu sejumlah pihak terkait akan mendapatkan panggilan serupa. Seperti KPM yang menjadi korban akibat dugaan adanya penyelewengan BPNT itu.
Korps Bhayangkara ingin mengetahui langsung bantuan yang diterima oleh KPM selama ini.
Seperti apa kondisi beras yang diterima oleh KPM. Apakah bantuan yang diterima oleh keluarga kurang mampu ini sudah sesuai dengan pedoman umum.