Dampak Pandemi Covid-19, Perekonomian Jawa Timur Triwulan II 2020 Minus 5,90 Persen
Perekonomian Jawa Timur Triwulan II 2020 minus hingga 5,90 persen akibat dampak pandemi Corona yang terjadi.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Pipin Tri Anjani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perekonomian Jawa Timur Triwulan II 2020 minus hingga 5,90 persen akibat dari pandemi Corona.
Perekonomian Jawa Timur Triwulan II 2020 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 551,31 triliun,.
Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 386,36 triliun.
Berkaca dari data PDRB itu pula, tercatat bahwa jika dibandingkan Triwulan II 2019, perekonomian Jawa Timur pada Triwulan II 2020 (y-on-y) mengalami kontraksi atau minus 5,90 persen.
• Tragedi Subuh Mencekam di Warung Haryanti, Diserbu 6 Perampok, Emas & Uang Rp 170 Juta Raib
• Dul Jaelani Melongo Gaya Pacaran Al Ghazali, Ibu Maia Tegas: Cari yang Soleha, Ditegur Sang Nenek
Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dadang Hardiwan.
"Adanya pertumbuhan negatif terkait ekonomi Jatim ini terjadi pada hampir di semua sektor lapangan usaha dan tentunya terkontraksinya semua komponen ini dipengaruhi oleh kehadiran Covid-19 serta juga disusul karena adanya kebijakan PSBB sendiri pada beberapa waktu lalu," kata Dadang saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Kamis (6/8/2020).
Dikatakannya, adanya PSBB itu lah yang sehingga membatasi ruang gerak masyarakat maupun perusahaan dalam beraktivitas dan akhirnya berdampak pada penurunan pendapatan masyarakat.
Ditanyai rincian kontraksi ekonomi Jatim pada Triwulan II 2020 itu, ia mengatakan dari sisi produksi, kontraksi tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 34,54 persen.
• VIRAL Bocah Tersedak Potongan Masker di Chicken Nugget, Ibu Protes, Lihat Endingnya, Tidak Percaya
Sementara dari sisi pengeluaran, kontraksi tertinggi pada Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto 7,55 persen, Pengeluaran Konsumsi Ruma htangga 4,79 persen dan Pengeluaran Konsumsi LNPRT 3,45 persen.
Dikatakannya pula, bahwa terkontraksinya perekonomian Jawa Timur pada Triwulan II 2020 tidak hanya terjadi jika dihitung secara (y-on-y) namun jika dilihat secara (q-to-q) juga mengalami hal yang sama.
Secara q-to-q perekonomian Jawa Timur Triwulan II-2020 terkontraksi 5,45 persen.
• Bocah 13 Bulan di Madura Kena Peluru Nyasar, Dugaan Pelaku Diungkap Paman Korban, Tetangga Sendiri
Dari sisi produksi, kontraksi tertinggi juga terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 35,40 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran kontraksi terjadi pada ekspor Luar negeri 8,16 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto 6,71 persen dan Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 4,82 persen.
Bahkan pula, jika dilihat secara (c-to-c) ekonomi Jatim pada Ekonomi Jawa Timur sampai dengan Triwulan II-2020 juga terkontraksi juga.
"Ekonomi Jawa Timur sampai dengan Triwulan II-2020 (c-to-c) terkontraksi 1,51 persen, adapun dari sisi produksi, kontraksi tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 15,26 persen," pungkasnya.
Editor: Pipin Tri Anjani