Virus Corona di Indonesia

Kemenko PMK Terpaksa Tunda Program Utamanya, Bimbingan Rumah Tangga Calon Pengantin karena Covid-19

Bimbingan pranikah yang digaungkan Kemenko PMK ditunda akibat pandemi Covid-19. Berikut penjelasan dari Menko PMK Muhadjir Effendy.

Shutterstock
Ilustrasi pernikahan - Program bimbingan pranikah bagi pasangan calon pengantin yang digaungkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) harus ditunda akibat pandemi Covid-19. 

TRIBUNJATIM.COM - Program utama dari Kemenko PMK yang kerap digaungkan terpaksa ditunda.

Program yang dimaksud adalah bimbingan pranikah yang ditunda akibat pandemi Covid-19.

Bimbingan rumah tangga calon pengantin ini penting guna menurunkan angka stunting di Indonesia.

Program bimbingan pranikah bagi pasangan calon pengantin yang digaungkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) harus ditunda akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Menko PMK Muhadjir Effendy ketika memberikan sambutan dalam webinar yang digelar Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Selasa (4/8/2020).

Semula, Muhadjir menyampaikan tentang program utama pemerintah terkait sumber daya manusia (SDM), yakni penurunan stunting.

Dampak Pandemi Covid-19, Perekonomian Jawa Timur Triwulan II 2020 Minus 5,90 Persen

Bupati Cup Ponorogo Drag Bicycle 2020 Bakal Digelar Pekan ini, Kampanyekan Protokol Kesehatan

Ramalan Zodiak Jumat, 7 Agustus 2020: Sikap Paranoid Cancer Merugikan, Virgo Sibuk Menata Masa Depan

Ia mengatakan, penurunan stunting menjadi program utama dikarenakan awal mula pembangunan manusia Indonesia ada pada 1000 hari pertama kehidupan.

"Tentu saja sebelum itu harus dimulai dengan adanya perencanaan keluarga. Karena itu harus ada bimbingan rumah tangga calon pengantin yang menjadi program utama Kemenko PMK, tapi karena kena Covid-19 terpaksa kita tunda," ujar Muhadjir dalam sambutannya.

Muhadjir mengatakan, bimbingan pranikah bagi pasangan calon pengantin baru penting karena terkait erat dengan kesehatan keluarga, reproduksi, serta keluarga.

Sinopsis Meri Durga Episode 130 Kamis, 6 Agustus 2020, Serial India Tayang di ANTV

Nia Ramadhani Blak-blakan Tak Tahu Bentuk Buah Markisa, Ardi Bakrie Ngakak: Yang Banyak Bijinya

VIRAL Bocah Tersedak Potongan Masker di Chicken Nugget, Ibu Protes, Lihat Endingnya, Tidak Percaya

Ilustrasi stunting pada anak
Ilustrasi stunting pada anak (Tribun Lampung)

Tujuannya adalah untuk menyiapkan generasi Indonesia ke depan yang maju dan unggul yang otomatis akan menurunkan angka stunting.

"Penurunan stunting ini menjadi sangat penting di samping pemberian asupan gizi yang bermutu kepada ibu-ibu hamil," kata dia.

Saat ini pemerintah tengah menargetkan untuk menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada 2024, dari angka yang sebelumnya 27 persen.

Adapun bimbingan pranikah dibutuhkan demi pemahaman dan tanggung jawab calon pengantin sebagai calon orangtua untuk menghasilkan SDM unggul.

Duda di Buleleng Nikahi 2 Wanita Sekaligus, Bermula dari Pacaran Sembunyi-sembunyi: Akur-akur Saja

Siapkan DeDurian Park Jadi Kebun Industri - Riset Durian Nasional, Prof Reza Himpun Durian Indonesia

Cak Malik Sah Nikah, Nella Kharisma Nyusul? Foto Kian Mesra bareng Dory: Bahagiamu, Bahagiaku Juga

Setiap tahunnya di Indonesia, diketahui terdapat 2 juta pasangan pengantin baru dan 365.000 pasangan yang bercerai.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved