Perekonomian Jatim Minus 5,90 Persen, BPS: Beberapa Lapangan Usaha Ada yang Pertumbuhannya Positif
Beberapa bagian lapangan usaha masih ada yang memiliki pertumbuhan positif meski perekonomian Jawa Timur pada Triwulan II 2020 minus 5,90 persen.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Pipin Tri Anjani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Meski Perekonomian Jawa Timur pada Triwulan II 2020 tercatat terkontraksi atau minus 5,90 persen, namun beberapa bagian lapangan usaha masih ada yang memiliki pertumbuhan positif.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan.
"Walaupun sebagian besar lapangan usaha mengalami kontraksi, namun beberapa lapangan usaha juga masih ada yang memiliki pertumbuhan positif, seperti misalnya pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 10,39 persen, diikuti Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 8,95 persen dan Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 7,46 persen," kata Dadang Hardiwan saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Kamis (6/8/2020).
• Tragedi Subuh Mencekam di Warung Haryanti, Diserbu 6 Perampok, Emas & Uang Rp 170 Juta Raib
• Profil-Biodata Yuliana Saputri, Janda Cantik asal Nganjuk Dipinang Cak Malik, Sempat Dikira Nella
Terkait tetap adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur secara year on year (y-on-y) yang cukup signifikan, ditengah terkontraksinya ekonomi Jatim pada Triwulan ll 2020, dikatakan Dadang tertingginya terjadi pada Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 10,39 persen.
"Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi punya kontribusi tertinggi terkait tetap adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan ll 2020 dan kondisi ini terutama didorong adanya pemberlakuan WFH (Work From Home) dan SFH (School From Home) sehingga meningkatkan trafik data provider seluler serta meningkatnya penggunaan aplikasi rapat virtual seperti Zoom Meeting, seminar daring/webinar juga turut mendukung kinerja ekonomi Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi," jelasnya.
Sementara untuk struktur perekonomian Jawa Timur menurut lapangan usaha Triwulan II-2020, dikatakan Dadang, didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu Lapangan Usaha Industri Pengolahan dengan kontribusi sebesar 30,05 persen, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 17,40 persen, serta Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 14,11 persen.
"Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhannya, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,80 persen, diikuti Informasi dan Komunikasi sebesar 0,62 persen, dan Jasa Pendidikan sebesar 0,09 persen," tambahnya.
• VIRAL Pasutri Beda Usia 18 Tahun, Seminggu Pacaran Langsung Nikah, Momen Mesranya Trending Tik Tok
• Sosok Dhea Lukita Andriana, Paskibraka Asal Tulungagung, 16 Tahun Ditinggal Orangtua Kerja TKI
Editor: Pipin Tri Anjani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kepala-badan-pusat-statistik-jatim-dadang-hardiwan-pict.jpg)