Pilkada Surabaya
Pilkada Surabaya 2020 Perlu Figur Perempuan seperti Wali Kota Tri Rismaharini
Pilkada Surabaya 2020 bakal segera digelar untuk mencari sosok pemimpin yang gantikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.
Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pilkada Surabaya 2020 bakal segera digelar untuk mencari sosok pemimpin yang menggantikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang sudah menjabat dua periode.
Semakin dekat dengan gelaran Pilkada Surabaya 2020, namun banyak sosok laki-laki yang maju.
Menurut Direktur Index Indonesia, Andy Agung Prihatna mengatakan, sosok laki-laki yang maju di Pilkada Surabaya 2020, sebaiknya juga diisi dengan sosok perempuan.
Mengingat pada dua periode Surabaya meraih banyak prestasi di bawah kepemimpinan sosok perempuan.
"Kalau kemudian yang bertanding di Surabaya hanya laki-laki, itu menafikan histori secara empirik kepemimpinan perempuan selama satu dekade yang menunjukkan kemajuan luar biasa," ujarnya dalam diskusi online, Minggu (9/8/2020).
Menurutnya, Jawa Timur yang sudah menyumbangkan banyak nama perempuan di pemerintahan, menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Timur sudah bisa menerima perempuan sebagai pemimpin.
• Strategi PDI Perjuangan di Pilkada Surabaya 2020, Maksimalkan Pemilih Loyal, Legislatif dan Risma
• Wali Kota Risma Ungkap Kesiapan Surabaya Gelar Piala Dunia U-20 2021, Pembangunan Hampir Rampung
"Jatim nomor satu se-Indonesia. Ini artinya ya masyarakat Jatim maupun Surabaya menerima perempuan sebagai pemimpin," tandas kepala Divisi Penelitian LP3ES 2005-2007 tersebut.
Sementara itu, Sekertaris DPD Lingkaran Pendamping Program Pemberdayaan (LPPP) Surabaya, Siti Nafsiyah, mengatakan, figur perempuan masih dibutuhkan untuk kemajuan Surabaya.
"Itu realitas yang tak bisa dipungkiri, karena Bu Risma bisa melayani dan mengayomi warganya," katanya.
Ia menambahkan, jika situasi politik banyak laki-laki yang maju sebagai Calon Wali Kota Surabaya, sebaiknya sosok perempuan bisa diplot menjadi Calon Wakil Wali Kota Surabaya.
• Menang Konvensi, Andy Budiman akan Disodorkan PSI Surabaya ke PDIP dan Machfud Arifin
"Tapi karena situasi politik yang mengerucut calon wali kota semuanya laki-laki, maka perempuan bisa diplot sebagai calon wakil," jelasnya.
Selain pertimbangan elektoral, figur perempuan yang dimajukan di Pilkada Surabaya 2020 juga harus mampu melayani, mengayomi, dan blusukan ke warganya.
"Dari kandidat perempuan di antaranya Lia Istifhama, Dwi Astuti, dan Reni Astuti, maupun Dyah Katarina. Kita bisa lihat sendiri siapa yang banyak turun ke pasar, kampung, PKK dan sebagainya. Sudah bisa kita lihat kok," katanya.
• Golkar Jatim Ngotot Usul Gus Hans Jadi Pendamping Machfud Arifin di Pilkada Surabaya: Pasti Menang!
Siti yakin, jika calon wali kota bisa menggandeng calon wakil yang memiliki popularitas, elektabilitas yang tinggi, serta rajin melakukan penyapaan ke masyarakat, maka peluang menangnya lebih besar.
"Peluang calon wali kota memenangi Pilwali Surabaya lebih besar, kalau menggandeng calon wakil dari perempuan. Tapi harapan saya, perempuan itu sudah terbukti melakukan penyapaan, berinteraksi, dan memberi manfaat kepada masyarakat," tuntasnya.
Editor: Dwi Prastika
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/wali-kota-surabaya-tri-rismaharini-turun-ke-lokasi-kebakaran-gedung-siola-surabaya.jpg)