Pilkada Surabaya 2020
Urusan MCK hingga Kesejahteraan Bumantik Diperhatikan Machfud Arifin
Bakal calon wali kota Surabaya Machfud Arifin terus bergerak dan menyapa warga. Dalam sehari, calon penerus Risma di Surabaya ini
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Bakal calon wali kota Surabaya Machfud Arifin terus bergerak dan menyapa warga. Dalam sehari, calon penerus Risma di Surabaya ini paling sedikit mengunjungi lima lokasi bersama warga kampung.
Seperti yang dilakukan sepanjang hari Minggu (9/8/2020). Setelah senam sehat pagi bersama warga Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Cak Machfud melanjutkan sapa warga di daerah yang sama.
"Kami ingin kota ini indah dan cantik luar dalam. Tidak hanya cantik di tengah kota, tapi juga cantik untuk semua wilayah. Warganya sejahtera. Pokoke maju kotane, makmur Wargane," kata Cak Machfud kepada TribunJatim.com.
Blusukan sambil menyapa warga tersebut terus dilakukan mantan Kapolda Jatim itu. Tidak saja sosialisi sambil menyerap keluhan warga Surabaya hingga level kampung. Namun juga memperhatikan keinginan warga.
Bakal calon wali kota itu ingin membangun Kota Surabaya seutuhnya. Ekonomi-ekonomi kerakyatan harus terus dibangun dan makin dihidupkan. Pasar-pasar tradisional sebagai sentra ekonomi warga harus dibangun.
• Lestarikan Budaya Madura, Sejumlah Tim di Sampang Madura Menggelar Karapan Sapi
• Jasad Arik Multazam Pendaki yang Jatuh di Gunung Piramid Berhasil Dievakuasi
• BREAKING NEWS-Bandar Narkoba Asal Surabaya Ditembak Mati Polisi di Sidoarjo, Ada Gudang Penyimpanan
Tekad memajukan kota dan memakmurkan warga Surabaya itu pula yang juga diusung saat MA melanjutkan sapa warga di Kelurahan Kapasari, Kecamatan Genteng. Ratusan warga menyambut antusias kedatangan bakal calon wali kota ini.
Disinilah sosok Machfud yang peduli dan berjiwa membangun terpanggil. Begitu ada warga yang mengeluh soal kondisi fasilitas WC umum atau mandi cuci kakus (MCK) di tengah kampung padat penduduk, Machfud tak sabar ingin memperbaikinya.
"MCK di sini mengharuskan warga harus membayar setiap buang hajat. Sakne Wargane Pak Machfud. Sudah padat, sempit sampai jemuran ditempel di di dinding rumah," ucap Susanti polos, warga RT 2 Kapasari.
Tidak hanya Ny Susanti yang mengeluhkan kondisi kampung. Bu RW, Ny Yayuk bahkan menyampaikan perhatian para kader ibu-ibu pemantau jentik (Bumantik) sebagai kader lingkungan. Jerih payah mereka selama ini dihargai Rp 28.500 setiap kegiatan.
"Mbok ya honor kami bisa naik. Kami mendukung dan berharap Pak Machfud jadi wali kota. Sebab kepedulian dan kedekatan dengan warga yang bikin kami percaya," kata Ny Ita, Ketua RW setempat.
Tampak memang, sapa warga di Kapasari bersama MA berlangsung begitu lekat. Machfud begitu dekat dan tidak membatasi warga. Bahkan alumnus SMAN 16 ini guyon bersama warga.
Dibandingkan dengan Kota Mojokerto yang kota kecil mampu memberi honor Rp 50.000 per Bumantik dalam sekali kegiatan.
"Surabaya saya pikir mampu dengan kekuatan APBD Rp 10 triliun. Jangankan MCK dan honor Bumantik. Menangkan dulu saya baru semua bisa merasakan sejahtera," kata Machfud.
Machfud ditemani istrinya Lita Machfud menyapa warga yang berlangsung hangat di Kapasari. Saking dekatnya, banyak warga yang tanpa sungkan curhat. Termasuk yang biasa bekerja di Hi-Tech Mall. "Perhatikan nasib kami," kata Yayuk, karyawan Hi Tech Mall. (Faiq/Tribunjatim.com)