Breaking News:

Virus Corona di Pasuruan

Wabup Pasuruan Pastikan Pembelajaran di TPQ dan Madin Terus Dievaluasi

Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur terus mengevaluasi proses pembelajaran di Madin Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ

SURYA/GALIH LINTARTIKA
Wakil Bupati Pasuruan terpilih KH Abdul Mujib Imron 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur terus mengevaluasi proses pembelajaran di  Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) yang sudah berjalan dengan bertatap muka.

Hasil evaluasi sementara, semua pelaksanaan berjalan lancar dan tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga sampai sekarang pembelajaran tetap berjalqnm

Wakil Bupati Pasuruan KH Abdul Mujib Imron menegaskan, TPQ dan Madin di Kabupaten Pasuruan memang sudah mulai boleh melaksanakan pembelajaran dengan metode tatap muka sejak akhir Juni lalu.

KH Abdul Mujib Imron menjelaskan, bahwa aturan ini sudah ujicoba di 21 kecamatan kecuali Kecamatan Bangil, Gempol dan Beji. Tiga kecamatan itu belum boleh ada aktivitas karena jumlah kasus Covid-19 masih tinggi.

“Kita lakukan uji coba sejak akhir juni lalu. TPQ dan Madin dipersilahkan untuk membuka kegiatan dengan sistem tatap muka. Tapi protokol kesehatan harus ditegakkan,” katanya kepada TribunJatim.com.

Protokol kesehatan yang dimaksud yakni kebiasaan baru yang harus dilaksanakan selama belajar di TPQ dan Madin. Seperti santri harus sudah berwudhu dari rumah, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman dan lainnya.

VIRAL Rumah Tipis Dijual Rp3,9 M, Cara Tinggalnya Dipertanyakan Menjengkelkan, Lihat Penampakannya

Jelang Perempat Final Liga Champions, Dua Anggota Tim Atletico Madrid Positif Covid-19

VIRAL Bocah Nangis Tersedu-sedu PR Dirusak Kucing, Tingkah Piaraan Malah Santai, Lihat Ekspresinya

Dikatakan Gus Mujib, sapaan akrab Wakil Bupati Pasuruan, selain para murid, TPQ dan Madin juga harus menyediakan tempat cuci tangan, memberikan titik physical distancing, serta harus bisa mengatur tempat dan durasi pembelajaran antara murid satu dengan yang lainnya.

“Bagi ruangan yang tidak cukup, bisa dibuat shift. Kalau pembelajarannya dua jam, bisa disingkat menjadi 1 jam, sehingga tidak ada kerumunan,” imbuhnya kepada TribunJatim.com.

Ditambahkan Gus Mujib, selama uji coba pembelajaran hingga saat ini, seluruh kegiatan harus berpedoman pada Juknis (petunjuk teknis) yang ada dalam Surat Edaran (SE) Bupati Pasuruan.

Isinya tentang SOP Penyelenggaraan Pembelajaran Madin, TPQ, dan sejenisnya serta kegiatan rutin keagamaan dalam masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Pasuruan.

Selain itu, selama proses pembelajaran, ada Satgas (satuan tugas) yang rutin memantau situasi dan kondisi para murid maupun guru ngaji.

“Satgas ini yang tugasnya melaporkan kalau ada sesuatu yang terjadi. Perkembangannya harus tahu supaya kita Gugus Tugas juga bisa cepat melakukan langkah penanganan,” terangnya. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved