Virus Corona di Surabaya
Kota Surabaya Sudah Jadi Zona Oranye, Pemkot: Disiplin Protokol Kesehatan Harus Terus Jalan
Kota Surabaya sudah masuk zona oranye sebaran Covid-19. Febriadhitya Prajatara mengatakan disiplin protokol kesehatan harus terus jalan.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kota Surabaya saat ini sudah dinyatakan sebagai wilayah dengan risiko sedang penularan virus Corona ( Covid-19 ).
Di peta sebaran Covid-19, Kota Surabaya ditandai sebagai zona oranye.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kota Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, kondisi ini memang patut disyukuri.
• Al Ghazali Digerebek di Kamar Gelap-gelapan, Sandiaga Uno Geleng-geleng Kepala
• Janda Sidoarjo Manajer Perusahaan Swasta Tewas Dibunuh Pacar, Pelaku Cemburu: Cium Bau Ini di Sofa
Namun pihaknya tetap berfokus pada penanganan yang dilakukan.
"Bukan berarti, adanya perubahan status tersebut membuat Pemkot Surabaya melonggarkan, tidak," kata Febri, Rabu (12/8/2020).
Menurut Febri, terkait zonasi warna dalam penyebaran Covid-19 pada suatu daerah itu menjadi kewenangan dari BNPB.
• Tolak Pendataan Relokasi yang Dilakukan Pemkot, HPP Pasar Besar Batu: Penuhi Dulu Tuntutan 3D
• UPDATE CORONA di Pamekasan Rabu 12 Agustus 2020, 2 Orang Terkonfirmasi Positif, 205 Pasien Sembuh
Namun, apapun kondisi Kota Surabaya, pihaknya memastikan bakal terus menjalankan disiplin protokol kesehatan di berbagai sektor. Hal itu agar situasi wabah dapat terus dikendalikan.
"Kita patut bersyukur bahwa Surabaya menjadi lebih baik sekarang terkait penanganan pandemi Covid-19 dan penularan sudah mulai terkendali," kata Febri menambahkan.
Febri memberi contoh, selain adanya pemeriksaan massal, upaya sosialisasi massif bakal terus dilakukan agar warga dapat terus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan.
Bahkan, tak jarang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang turun sendiri melakukan sosialisasi patuh protokol kesehatan ke kampung-kampung.
Sehingga, menurut Febri, penularan kasus Covid-19 di Surabaya bisa terkendali dan angka kesembuhan terus bertambah.
Pihaknya mengimbau kepada warga, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Seperti disiplin memakai masker, menjaga jarak, rutin cuci tangan dan sebagainya.
"Bukan berarti dengan adanya perubahan status tersebut membuat Pemkot Surabaya melonggarkan, tidak," ujar Febri.
Sebelumnya, dilansir dari Tribunnews.com, status penyebaran Covid-19 di Surabaya, Jawa Timur telah turun dari beresiko tinggi atau zona merah menjadi beresiko sedang atau zona oranye.