Lawan Covid-19, IIK Bhakti Wiyata Buka Konsultasi Kesehatan Gratis dan Beri Beasiswa Korban Pandemi

Aksi IIK Bhakti Wiyata, Kediri lawan Covid-19 dan sambut adaptasi kebiasaan baru. Adakan platform konsultasi kesehatan hingga beasiswa korban wabah.

Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/DOK IIK Bhakti Wiyata
E-learning - Proses pengambilan video e-learning oleh dosen IIK Bhakti Wiyata. 

TRIBUNJATIM.COM - Upaya signifikan menanggapi penyebaran virus Corona ( Covid-19 ) terus dilakukan IIK Bhakti Wiyata, Kediri melalui berbagai kolaborasi melalui berbagai elemen baik dari sivitas akademika hingga kerjasama dengan pemerintah dan masyarakat sekitar.

IIK Bhakti Wiyata sebagai institut kesehatan pertama di Indonesia yang tercatat MURI ini terus memberikan dukungan penuh dalam menangani Covid-19.

Hal tersebut  sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pertama, IIK Bhakti Wiyata memberikan pelayanan konsultasi kesehatan online gratis melalui platform instagram IIK BW Peduli.

Fasilitas konsultasi kondisi kesehatan fisik, status gizi, psikologis IIK Bhakti Wiyata.
Fasilitas konsultasi kondisi kesehatan fisik, status gizi, psikologis IIK Bhakti Wiyata. (ISTIMEWA/DOK IIK Bhakti Wiyata)

Layanan ini memfasilitasi konsultasi kondisi kesehatan fisik, status gizi, psikologis, didukung langsung oleh praktisi dan dosen IIK Bhakti Wiyata yang terdiri dari dokter, apoteker, ahli gizi, ahli pengobatan tradisional.

Kedua dengan membagikan jamu herbal hasil produk Fakultas Farmasi dan hand sanitizer masing-masing 2000 botol.

Tidak hanya itu, Fakultas Ilmu Kesehatan juga membagikan ramuan tradisional penambah imunitas hasil karya tenaga interkontinental prodi D4 Pengobatan Tradisional Tiongkok kepada warga Kota Kediri.

Sejauh ini, ada sekitar 850 pack ramuan herbal yang telah dibagikan.

Penerapan protokol Covid-19 di IIK Bhakti Wiyata.
Penerapan protokol Covid-19 di IIK Bhakti Wiyata. (ISTIMEWA/DOK IIK Bhakti Wiyata)

Rektor IIK BW yakni Prof Dr Muhamad Zainuddin.,Apt., menyampaikan, produk ramuan herbal tersebut dibagikan untuk pasien dalam kategori suspek Covid-19.

"Ramuan tersebut telah kita bagikan ke masyarakat yang membutuhkan dan siap kita patenkan," kata Prof Dr Muhamad Zainuddin.

Kedepannya, ramuan tersebut diharapkan dapat tersebar secara luas manfaatnya agar imunitas tubuh masyarakat juga meningkat.

Selain itu, IIK BW sebagai satu-satunya kampus yang ditunjuk Dinas Kesehatan Kota Kediri untuk melakukan survei Kepatuhan Protokol Kesehatan di Tempat Umum di kota Kediri.

Penyemprotan disinfektan di Perguruan Tinggi IIK Bhakti Wiyata.
Penyemprotan disinfektan di Perguruan Tinggi IIK Bhakti Wiyata. (ISTIMEWA/DOK IIK Bhakti Wiyata)

Hasil survei yang dilaksanakan pada 15-17 Juli 2020 lalu akan didiskusikan bersama Dinkes dan Walikota Kediri.

Hasil diskusi tersebut akan menentukan kesiapan kota Kediri memberlakukan adaptasi kebiasaan baru.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved