Breaking News:

Dua Perangkat Desa di Lamongan Yang Diduga Korupsi Dana Desa Dijebloskan ke Penjara

Diduga korupsi dana desa dan dana BUMDes, 2 perangkat desa di Lamongan dijebloskan ke sel tahanan oleh Kejaksaan Negeri Lamongan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
surya/Hanif Manshuri
Dua tersangka saat digiring ke mobil tahanan Tipikor menuju Lapas kelas II B jalan Soemargo, Kamis (13/8/2020) 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Diduga korupsi dana desa dan dana BUMDes, 2 perangkat desa di Lamongan dijebloskan ke sel tahanan oleh Kejaksaan Negeri Lamongan.

Dana desa yang diduga dikorupsi tersebut adalah dana desa (DD) tahun 2019. Keduanya ditahan usai menjalani pemeriksaaan selama lebih kurang 6 jam di Kejari Lamongan jalan Veteran.

Kasi Pidsus Kajari Lamongan, Muhammad Subhan mengatakan, pihaknya melakukan penahanan terhadap 2 perangkat desa, B sebagai Pjs Kades dan A perangkat Desa Sumberrejo, Kecamatan Pucuk.

"Hari ini keduanya mulai kita tahan. Tersangka berinisial A dan B diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa dan dana BUMDes tahun 2019," kata Muhammad Subhan pada wartawan di kantor Kejari Lamongan Jalan Veteran, Kamis (13/8/2020).

Menurut Subhan, 2 tersangka ini akan menjalani tahanan selama 20 hari pertama untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Penyidik juga mengamankan sejumlah alat bukti berupa dokumen-dokumen dan keterangan sejumlah saksi.

Kerugian negara akibat perbuatan kedua tersangka yang diduga mengembat uang DD masih dihitung karena masih dalam penyidikan.

Forkopimda Kota Madiun dan Perguruan Silat Sepakat Peringatan Suroan dan Suran Agung Ditiadakan

Budi Sudarsono Resmi Masuk Jajaran Pelatih Persik Kediri

VIRAL Video Bocah Cilik Naik Pesawat Sendirian, Motif Mulia di Baliknya Terkuak: Mau ke RS Demi Ayah

"Diperkirakan diatas Rp. 100 juta, " katanya.

Sementara untuk anggaran BUMDes yang mengendap ditangan tersangka diperkirakan mencapai Rp. 50 juta.

Kejari masih masih 2 tersangka ini, jika dalam proses pemeriksaan lanjutan apakah masih ada pihak lain yang diduga turut serta juga masih belum bisa diketahui.

Menurut Subhan, modus keduanya adalah melakukan pengurangan volume pembangunan di desa, bestek dan dana. Dari pemeriksaan sementara, terungkap ada 11 item yang tidak sesuai. "Untuk sementara, dalam pemeriksaan. Dalam dua kali pemeriksaan, mengerucut keduanya ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka A dan B dijerat dengan Undang-Undang Tipikor Pasal 2 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara, Pasal 3 dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun penjara dan Pasal 8.

Penyidik juga masih mengembangkan pemeriksaan dan penyelidikan terkait dugaan korupsi uang negara yang terjadi di wilayah Pucuk ini. (Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved