Breaking News:

Forkopimda Kota Madiun dan Perguruan Silat Sepakat Peringatan Suroan dan Suran Agung Ditiadakan

Peringatan Suroan dan Suran Agung tahun ini akan dilaksanakan dengan cara yang berbeda. Para pengurus perguruan silat di wilayah Kota Madiun, Jatim

SURYA
Para pendekar saat merayakan tradisi Suran Agung di Kota Madiun, Minggu (16/10/2016) lalu. 

 TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Perayan Suroan dan perayaan Suran Agung tahun ini akan dilaksanakan dengan cara yang berbeda. Para pengurus perguruan silat di wilayah Kota Madiun, Jawa Timur, sepakat meniadakan giat pengesahan anggota baru dan ziarah makam leluhur.

Sebagai gantinya, para pendekar di wilayah Kota Madiun akan melaksanakan bakti sosial dan bag-bagi masker kepada masyarakat.

‘’Semua aktivitas Suroan dan Suran Agung harus ikut mengerem penyebaran Covid-19 di Madiun Raya dan meningkatkan perekonomian,’’ kata Wali Kota Madiun, Maidi saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Fasilitasi Suroan dan Suran Agung se-Bakorwil I Madiun, Kamis (13/8/2020), di Sun Hotel Madiun kepada TribunJatim.com.

Maidi berharap, para pendekar dari berbagai perguruan silat di Kota Madiun dapat menjadi contoh penerapan disiplin protokol kesehatan. Para pendekar diharapkan berpartisipasi meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Karo OPS Polda Jatim Kombes Pol Muhammad Firman yang hadir dalam rakor mengatakan bahwa kepolisian di wilayah Jatim, telah mempersiapkan kegiatan pengamanan Suroan dan Suran Agung.

Rem Blong Truk Fuso di Jember Seruduk Motor, 5 Orang Meninggal

VIRAL Video Bocah Cilik Naik Pesawat Sendirian, Motif Mulia di Baliknya Terkuak: Mau ke RS Demi Ayah

Makam Bocah 16 Tahun di Kota Malang Dibongkar, Meninggal Kecelakaan, Kini Diduga Korban Penganiayaan

"Kegiatan penyekatan akan kami lakukan. Tapi sifatnya adalah mengedukasi agar protokol kesehatan tetap dijalankan sesuai perintah Presiden Joko Widodo. Kepolisian dan TNI adalah garda terdepan penerapan protokol kesehatan," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Sementara itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, mengapresiasi para ketua perguruan silat yang bersepakat untik meniadakan kegiatan ziarah makam dan melaksanakan pengesahan warga di wilayah masing-masing.

"Alhamdulillah, mulai dari Ketua IPSI Kota Madiun, Ketua Umum Perguruan PSHT, Ketua Umum PSHW telah mempunyai perasaan yang sma dalam menyikapi pandemi Covid-19. Ada empat butir kesepakatan yang disepakati bersama. Di antaranya tidak melaksanakan tradisi ziarah ke makam tokoh pendiri PSHT pada 2020 an pelaksanaan pengesahan calon warga baru dilaksanakan di wilayah masing-masing," kata Bobby.

Dia mengatakan, meski meniadakan kegiatan ziarah makam dan pengesahan, namun Polres Madiun Kota tetap menerjunkan sebanyak 1265 personel untuk pengamanan. (rbp/Tribunjatim.com)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved