Breaking News:

Tak Kapok, Pria di Sampang Diringkus Polisi hingga 3 Kali Terkait Kasus Narkotika

Pria asal Sampang tidak kunjung kapok berurusan dengan pihak kepolisian terkait kepemilikan narkotika jenis sabu.

TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Mastur bin Rihoni (49) saat berada di Mapolres Sampang, Jalan Jamaluddin Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Jumat (14/8/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Pria asal Desa Bunten Barat Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang, Madura tidak kunjung kapok berurusan dengan pihak kepolisian terkait kepemilikan narkotika jenis sabu.

Pasalnya, pria bernama Mastur bin Rihoni (49) tersebut sebelumnya sudah dipidana selama dua kali dengan kasus yang sama.

Kasatresnarkoba Polres Sampang, AKP Harjanto Mukti Eko Utomo menceritakan, pelaku menjalankan hukuman pertama pada awal 2017.

Diteriaki Begal oleh Pelaku Narkoba saat Lakukan Penangkapan, Polisi Bangkalan Nyaris Diamuk Massa

Makam Bocah 16 Tahun di Kota Malang Dibongkar, Meninggal Kecelakaan, Kini Diduga Korban Penganiayaan

Kemudian, hukuman kasus kedua tahun 2018 dan yang ketiga kalinya yakni, saat ini, 2020.

"Jadi kalau di total sudah tiga kali dipidana, sedangkan, pada kasus pertama dan kedua dia menjadi pemakai dan terakhir menjadi pengedar sekaligus pemakai," ujarnya kepada TribunMadura.com (grup TribunJatim.com), Jumat (14/8/2020).

Mastur bin Rihoni diamankan tanpa adanya perlawanan oleh pihak kepolisian saat berada diteras rumahnya pada 13 Agustus 2020.

Setelah dilakukan pengeledahan di dalam rumahnya, ditemukan seperangkat alat hisab sabu beserta timbangan guna menjalankan bisnis haramnya tersebut.

Jadi Pengedar Ganja, Buruh Pabrik di Gresik Diciduk Polisi, Tak Puas dengan Gaji Bulanan

"Bahkan kami juga menemukan satu buah plastik klip yang berisi sabu kurang lebih sekitar 0,52 gram," tutur AKP Harjanto Mukti Eko Utomo.

Ia menambahkan, pelaku mendapatkan barang dagangannya itu dari salah satu bandar sabu yang ada di Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang dan menjualnya kepada para pelanggan di sekitar rumahnya.

"Pelaku menjalankan bisnisnya itu untuk mencari keuntungan karena dia tidak bekerja," terangnya.

VIRAL Pesan Wanita Ngaku Ibu Istri Rizki DAcademy, Mertua Marah? Bahas Kebohongan: Biar Pada Tau

Akibat dari perbuatannya, Mastur bin Rihoni disangkakan pasal 114 ayat 1 Subs pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Pelaku terancam hukuman paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 10 miliar," tegasnya.

Penulis: Hanggara Pratama

Editor: Pipin Tri Anjani

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved