Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Virus Corona di Trenggalek

3 Sekolah di Kecamatan Watulimo Trenggalek Mulai Pembelajaran Tatap Muka, Terapkan Mixed Learning 

Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek mulai pembelajaran tatap muka. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin terapkan metode mixed learning.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Hefty Suud
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ketika meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka metode bauran di SMPN 1 Watulimo, Sabtu (15/8/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai menerapkan pembelajaran tatap muka dengan metode bauran atau mixed learning, Sabtu (15/8/2020).

Pembelajaran itu berlaku untuk tiga sekolah menengah pertama negeri dan satu sekolah menengah pertama swasta di Kecamatan Watulimo.

Kecamatan di pesisir selatan itu dipilih sebagai percontohan karena pemerintah setempat sudah menetapkannya sebagai wilayah  zona hijau virus Corona ( Covid-19 ).

Terekspos Sosok Ayah Jerinx, Ajukan Surat Penangguhan Penahanan Putranya: Kami Anak-anak Pejuang

Emosi Kakak Lesty Kejora ke Haters Lesty-Rizky Billar: Kalau Kamu Ngerti Adab, Foto bareng Ibu Ramai

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, pembelajaran tatap muka metode bauran ini menggunakan sistem pembagian rombongan belajar.

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok berisi sepuluh siswa.

Dalam sehari, satu kelompok mengikuti pembelajaran tatap muka di dalam kelas. Sementara kelompok lainnya belajar secara dalam jaringan atau daring dari rumah.

Terekspos Sosok Ayah Jerinx, Ajukan Surat Penangguhan Penahanan Putranya: Kami Anak-anak Pejuang

Meski Menang di Laga Uji Coba, Kapten Timnas U-16 Sebut Masih Ada Hal yang Harus Diperbaiki

Para siswa yang belajar tatap muka di sekolah wajib menggunakan masker dan alat pelindung diri lain. Serta menjaga jarak.

"Tujuannya ada dua. Pertama untuk memastikan bahwa pendidikan ini inklusif. Karena tidak semua punya (akses) internet, tidak semua punya HP, tidak semua punya laptop, tidak semua mampu untuk mencukupi atau membeli kuota,” kata pria yang akrab disapa Mas Ipin, ketika meninjau pelaksanaan pembelajaran di SMPN 1 Watulimo.

Tujuan kedua, lanjut dia, untuk mengenalkan protokol kesehatan kepada para siswa. H

arapannya para siswa akan membiasakan diri dengan protokol kesehatan. Sehingga kebiasaan itu bisa terbawa hingga di lingkungan keluarga dan tempat tinggalnya.

Pembelajaran ini akan dievaluasi selama dua pekan mendatang. Dinas Kesehatan dan tim gugus tugas bakal memantau perkembangan pembelajaran model itu. Mereka akan menjalankan rapid test dan swab secara berkala.

Mas Ipin menyebut, pembelajaran dengan skema itu akan diperluas ke jenjang lain apabila tak ditemukan klaster atau kasus baru Covid-19 dari sektor pendidikan.

“Kita prioritaskan di Kecamatan yang sudah hijau, yang tidak ada kasus positif. Kemudian kalau semua sudah serentak di SMP, baru kami laksanakan bertahap kepada siswa kelas 4, 5, 6 SD. Kemudian kalau sukses baru kelas 1, 2, 3. Kalau sukses lagi, baru PAUD akan kami buka nanti,” terang Bupati termuda yang saat ini menjabat itu.

Ia melanjutkan, pembelajaran dalam jaringan yang selama ini berlangsung dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah psikis pada siswa. Terlebih dari siswa keluarga kurang mampu.

“Ketika kami sudah memberikan fasilitas, bahwa semua yang bersekolah bisa mendapatkan pengajaran, kita mix antara daring dan luring dilakukan secara bersama. Sehingga semuanya serasa senasib sepenanggungan, kira-kira begitu," tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek Totok Rudijanto menambahkan, model pembelajaran tatap muka metode bauran memakai waktu maksimal dua jam untuk sekali proses belajar mengajar.

"Jadi untuk satu rombel, kami bagi tiga. Sepuluh siswa melakukan pembelajaran luring, dua puluh siswa melakukan pembelajaran daring. Bergantian," ucap dia.

Ia bilang, pembelajaran tatap muka metode bauran itu telah mendapat persetujuan dari berbagai pihak. Seperti sekolah, komite sekolah, dan orang tua murid.

"Kalau orang tua tidak memberi izin, kami tidak memaksakan," tuturnya.

Penulis: Aflahul Abidin

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved