Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

PIlkada Kota Pasuruan

Perang Bintang di Pilwali Pasuruan, Duel Gus Ipul Vs Ahmad Dhani, Incumbent Jagoan PDIP Tak Takut

Siapakah yang akan menang di Pilwali Pasuruan jika terjadi duel perang bintang antara Gus Ipul dan Ahmad Dhani, simak jawabannya?

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Mujib Anwar
instagram.com/mulanjameela1
Musisi Ahmad Dhani dan istrinya artis Mulan Jameela yang juga Anggota DPR RI dari Partai Gerindra. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Aroma perang bintang di Pilwali Pasuruan 2020 diperkirakan akan terjadi.

Ini setelah sejumlah partai serius mendorong publik figur dan tokoh turun gelanggang maju Pilkada Kota Pasuruan yang akan digelar 9 Desember 2020.

Jika PKB getol mendorong dan mencalonkan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul jadi calon wali kota Pasuruan di Pilkada 2020, kini giliran Partai Gerindra yang menyuarakan akan mengusung musisi Ahmad Dhani sebagai calonnya.

Gus Ipul adalah mantan Menteri di era pemerintahan Presiden SBY sekaligus mantan Wakil Gubernur Jatim dua periode.

Ahmad Dhani merupakan musisi asal Surabaya dan pentolan Band Dewa 19 sekaligus  politisi Partai Gerindra.

Ahmad Dhani rencananya akan diusung oleh koalisi 9 bintang.

Dengan popularitas dan ketokohan yang dimilikinya, suami Mulan Jameela tersebut dinilai layak untuk turun dalam pertarungan Pilkada Kota Pasuruan.

Jika skenario tersebut terwujud, maka perang bintang di Pilwali Pasuruan 2020 tak terhindarkan.

Apalagi, selain Gus Ipul dan Ahmad Dhani, PDIP, NasDem dan Hanura telah terlebih dahulu memastikan mengusung bintang incumbent yakni Raharto Teno Prasetyo berpasangan dengan Hasjim Asjari. 

Teno saat ini adalah Wali Kota Pasuruan.

Ketua DPC Gerindra Kota Pasuruan Ahmad Zubaidi mengatakan, ada beberapa alasan yang membuatnya mengusulkan Ahmad Dhani.

Salah satu alasan kuatnya adalah pihaknya perlu figur kuat yang sepadan dan bisa menandingi dua pihak yang dipastikan akan turun dalam pertarungan Pilwali Pasuruan 2020.

"Kami berusaha menginventarisir figur yang dimungkinkan tidak terlalu susah menjual, dan tidak butuh waktu untuk bersosialisasi dalam waktu yang lama," tegas  Zubaidi, Jumat (14/8/2020).

Karena pertimbangan itu, ia mencoba mengikhtiarkan ke pimpinan pusat untuk mengusung musisi papan atas tersebut. Ia juga tidak mungkin mengusulkan nama yang susah dikenal.

"Kalau bisa, kami harus bawa nama yang sekali sebut orang langsung tahu dan wow. Tidak mungkin kita mengusung A atau B yang notabene tidak banyak dikenal," jelas dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved